Pamekasan – Arief Wibisono resmi ditetapkan jadi Ketua Umum Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) periode 2025-2030. Penetapan tersebut dilakukan pada kegiatan Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Pamekasan yang digelar di Pendopo Budaya sebagai penutup masa kepengurusan 2022–2025.
Terpilih secara aklamasi oleh 32 perwakilan sanggar dan komunitas seni dari 13 kecamatan di Bumi Pamelingan, Arief menegaskan komitmennya membawa perubahan untuk kesenian Pamekasan menuju era baru rekonstruksi seni dan budaya.
Ia juga berjanji akan memperkuat tata kelola organisasi serta merangkul seluruh bidang, seperti seni musik, seni rupa, sastra, hingga kesenian tradisi dalam semangat kolaborasi yang inklusif.
“Amanah yang sangat besar ini adalah tantangan bagaimana menyatukan semua elemen sanggar dan komunitas seni budaya di Pamekasan agar terakomodir dengan baik dalam setiap program kerja,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).
Arief menjelaskan, bahwa kebudayaan merupakan pekerjaan yang sangat besar tanggung jawabnya, terutama di era yang menuntut inovasi tanpa menghilangkan akar tradisi.
Karena itu, ia berharap DKP dapat menjadi ruang bagi para seniman dalam berkarya dan menjaga keberlangsungan kebudayaan Madura.
Saat ini, pelestarian budaya tidak cukup hanya dipertahankan, namun juga harus dikenalkan lebih luas ke kancah regional dan internasional, mulai dari bahasa, busana, karakteristik, hingga nilai-nilai luhur Madura yang menjadi identitas dan dibawa dengan bangga oleh masyarakat Madura, khususnya Pamekasan.
“Kesenian dan para pelaku seni tidak boleh berhenti berkarya. Dengan berkarya, keberadaan kita diakui. Kebudayaan Madura harus kita jaga bersama, dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga generasi muda. Inilah cara kita membangun peradaban yang lebih baik,” jelasnya.
Arief berharap, pelaku seni di Pamekasan tidak terganggu dengan adanya tantangan di lapangan, utamanya saat berhadapan dengan keterbatasan dukungan pemerintah daerah.
Ia meyakini dengan semangat dan kerjasama yang baik dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah khususnya di bidang kesenian di Pamekasan.
“Semoga keterbatasan tidak meredupkan niat baik dan amanah ini. Dengan gerak para pelaku kesenian, kita harus mampu memberi kontribusi jelas bagi Pamekasan yang lebih maju.”pungkasnya. (farid/rosyi)


















