Scroll untuk melanjutkan membaca
AdvetorialBudaya

Wayang Kulit Meriahkan Hari Jadi Ke-495 Kabupaten Pamekasan, Wakil Bupati: Generasi Selanjutnya Harus Melestarikannya

Avatar
×

Wayang Kulit Meriahkan Hari Jadi Ke-495 Kabupaten Pamekasan, Wakil Bupati: Generasi Selanjutnya Harus Melestarikannya

Sebarkan artikel ini
LESTARIKAN: Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto bersama Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara Pamekasan Kosala Mahinda, sebelum memulai pertunjukkan wayang kulit sebagai bagian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan, Sabtu (25/10/2025) malam.

Pamekasan – Pagelaran Wayang Kulit Madura memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan di Pendopo Budaya setempat, Sabtu (25/10/2025) malam.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga memadati Pendopo Budaya Pamekasan untuk  menyaksikan kisah klasik Wongso Adu Jago yang dibawakan dua dalang asal Pamekasan, yaitu Ki Novem Ali Sahos Sudirman dan Ki Tola’adi.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB, itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Mohammad Alwi, serta Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara Pamekasan Kosala Mahinda, dan pembina Sanggar Panti Budaya Pamekasan.

BACA JUGA :  Kenalkan Ragam Inovasi Layanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Berbagi Doorprize di Madura Culture

Kegiatan ini  bekerjasama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pamekasan, Disdikbud Pamekasan, Vihara Avalokitesvara, dan Dharma Jaya Elektronik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukriyanto, menyampaikan apresiasi penuh

kepada seniman yang hingga kini masih melestarikan kesenian tradisional.

Ia menilai bahwa pagelaran tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya daerah.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa untuk turut serta mempelajari kesenian tradisional.

BACA JUGA :  Wabup Pamekasan Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

Menurutnya, pelestarian budaya akan semakin terjaga jika generasi yang akan datang turut serta melestarikannya.

“Kami sangat mengapresiasi dan semoga wayang kulit Madura tetap terjaga dan semakin dikenal oleh kalangan generasi muda,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025) malam.

Sementara itu, salah satu dalang, Ki Novem Ali Sahos Sudirman, mengaku bangga bisa memeriahkan peringatan hari Kabupaten Pamekasan dengan kesenian tradisional yang dibawakannya.

Ia sendiri merupakan generasi keenam dari keluarga dalang legendaris Bajang Kolè’ Sanggar Panti Budaya Pamekasan.

“Wayang kulit Madura merupakan warisan berumur ratusan tahun. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang masih memberikan ruang untuk menampilkan budaya ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Gelar Maulid Nabi, Pekerja Rentan Jadi Tamu Kehormatan

Sudirman menilai bahwa minat generasi muda terhadap kesenian tradisional mulai terkikis. Sehingga, perlu dukungan dari berbagai pihak, utamanya dunia pendidikan dan kebudayaan.

Melalui dunia itu, pemerintah bisa menjalankan kegiatan ekstrakurikuler budaya di setiap sekolah guna mengenalkan wayang kulit Madura.

“Universitas Airlangga Surabaya sudah mengakui Bajang Kole’ Pamekasan, apalagi kita sendiri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melestarikan budaya ini secara bersama-sama,” pungkasnya. (farid/rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow