Pamekasan – Sepanjang tahun 2025, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mencatat telah menangani sebanyak 152 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di wilayahnya.
Penanganan bencana tersebut dilakukan melalui Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang terjadi di sejumlah daerah.
“Di tahun 2025, kami telah berhasil menangani kasus kebencanaan yang terjadi terhadap 152 KK,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).
Herman menambahkan, dalam upaya penanganan kebencanaan yang terjadi di lapangan berdasarkan beragam laporan yang masuk.
Ia mengakui bahwa penanganan tersebut tidak hanya bersumber dari data dan pemantauan internal Dinsos Pamekasan, tetapi juga banyak diterima dari partisipasi aktif masyarakat, serta koordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan di wilayah terdampak.
Untuk meringankan beban korban bencana, Tagana Pamekasan menyalurkan berbagai bentuk bantuan logistik di antaranya berupa tenda gulung, kasur lipat, family kit, serta kid ware yang disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi kejadian.
“Sepanjang tahun 2025, total pagu anggaran yang digunakan untuk penanganan kebencanaan mencapai Rp140.150.000,” tambahnya.
Sementara untuk jumlah nominal bantuan yang diberikan, lanjut Herman, dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan yang dialami masing-masing korban bencana.
Meski demikian, dalam proses penanganan bencana, Tagana Pamekasan masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk kondisi jalan yang kurang memadai, keterbatasan kendaraan roda dua, serta minimnya sarana dan prasarana pendukung.
“Kami berharap agar penanganan bencana di wilayah Kabupaten Pamekasan dapat berjalan lebih optimal, sehingga setiap kejadian bencana dapat tertangani dengan cepat, tepat, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak,” pungkasnya. (farid/rosyi)
























