Scroll untuk melanjutkan membaca
Sosial

DPRD Atensi Penyaluran BLT DBHCHT Selesai Semester Dua

Avatar
×

DPRD Atensi Penyaluran BLT DBHCHT Selesai Semester Dua

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rasyid Fansori, saat Ditemui Wartawan, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Pamekasan diminta dilakukan dalam satu tahap pada semester kedua tahun anggaran, Kamis ( 23/07/2026).

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rasyid Fansori, mengatakan realisasi bantuan tersebut harus tuntas sebelum penutupan tahun anggaran. Menurutnya, dengan jumlah sasaran yang relatif terbatas, penyaluran tidak perlu dilakukan secara bertahap.

“Realisasinya dalam satu tahun. Sebelum tutup buku semuanya harus sudah terselesaikan. Penyalurannya semester dua,” kata Rosyid saat diwawancarai di Kantor DPRD Pamekasan.

Ia menegaskan, bantuan DBHCHT hanya akan disalurkan satu kali.

BACA JUGA :  Momentum HUT ke-24, Demokrat Pamekasan Siap Bangun Rumah Aspirasi untuk Kawal Kesejahteraan Masyarakat

“Satu kali tahap. Dengan cakupannya yang tidak terlalu besar, tidak perlu dibuat beberapa tahap,” ujarnya.

Terkait sasaran penerima, Rasyid menjelaskan bahwa pada prinsipnya DBHCHT diperuntukkan bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok. Namun, penetapan siapa yang berhak menerima sepenuhnya menjadi kewenangan teknis Dinas Sosial.

Menurutnya, DPRD hanya menyetujui alokasi anggaran, sedangkan penyusunan indikator, pendataan, verifikasi, hingga penetapan nama penerima dilakukan oleh Dinas Sosial.

“Kita menyepakati anggarannya saja. Berkaitan dengan indikator, termasuk nama-nama penerima, itu murni teknis Dinas Sosial,” jelasnya.

Rosyid mengungkapkan bahwa setiap tahun alokasi DBHCHT dapat menyasar buruh tani maupun buruh pabrik rokok. Namun, karena keterbatasan kapasitas anggaran tahun ini, pemerintah daerah diperkirakan lebih memprioritaskan buruh tani sebagai penerima bantuan.

BACA JUGA :  Ansari Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital Lindungi Korban Kekerasan

“Setiap tahun dua-duanya bisa mendapat alokasi, antara buruh tani dan buruh pabrik. Tetapi karena kapasitas anggarannya kecil, sepertinya Dinas Sosial memilih memprioritaskan buruh tani,” tuturnya.

Ia menambahkan, DPRD akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut melalui laporan pertanggungjawaban maupun rapat kerja apabila ditemukan kendala selama proses penyaluran.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman, mengatakan proses penyaluran masih berada pada tahap pendataan dan verifikasi calon penerima. Jumlah penerima sementara diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang.

“Untuk penyaluran DBHCHT kepada karyawan, jumlahnya kurang lebih sekitar 6.000 orang. Saat ini masih dalam proses, termasuk penentuan nilai total bantuan yang akan diterima. Insya Allah bulan ini sudah ada hasilnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polemik MBG Makin Komplek, H. Her : Jangan Salahkan Programnya, Tapi Pengelolanya

Menurut Herman, besaran total anggaran yang akan disalurkan masih dalam tahap finalisasi. Selain itu, pencairan juga masih menunggu penyelesaian kerja sama dengan Bank Jatim sebagai bank penyalur.

“Untuk pencairan, kami masih menunggu finalisasi dengan Bank Jatim. Kalau itu sudah selesai, baru bisa masuk ke tahap pencairan. Jadi saat ini masih dalam proses,” katanya.

Hingga saat ini, bantuan DBHCHT belum resmi disalurkan karena seluruh tahapan administrasi dan teknis masih diselesaikan oleh pemerintah daerah sebelum pencairan dilakukan. (KB/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow