Pamekasan – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Saiful Hadi, menegaskan bahwa peralihan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura ke Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjadi tanggung jawab besar bagi institusi yang kini ia pimpin.
Perubahan tersebut tidak hanya menandai capaian administratif, tetapi juga membuka pintu tantangan baru dalam meningkatkan mutu, layanan, serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Perubahan status ini menjadi aspirasi pemerintah yang mengakui perjalanan panjang IAIN Madura menjadi UIN Madura pada tanggal 8 Mei 2025,” ungkapnya, Rabu (1/10/25).
Syaiful menambahkan, tahun 2025 menjadi momen istimewa, yang patut diapresiasi oleh masyarakat Madura, Indonesia, bahkan komunitas internasional.
Perjalanan panjang institusi tersebut, yang semula hanya titipan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1970-an, kini menjadi universitas yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Madura.
“Dengan status baru yang kita sandang, kami dituntut tidak hanya fokus pada studi keagamaan, tetapi juga mengembangkan ilmu umum seperti teknologi, sains, engineering, dan matematik,” tambahnya
Saiful mengakui, bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya peran strategis insan pers yang turut mengawal, hingga saat ini menjadi UIN Madura.
Dalam rangka mempersiapkan lulusan terbaik menyambut Indonesia emas 2045, UIN Madura kini mengusung visi besar melalui falsafah pengembangan keilmuan teneyan lanjang.
Visi tersebut merupakan sebuah pendekatan khas Madura yang diharapkan menjadi pijakan dalam membangun paradigma akademik, serta dapat membawa UIN Madura semakin berjaya.
“Kami bahkan telah menyusun buku tentang falsafah itu sebagai bentuk ikhtiar kami membawa perubahan besar untuk kampus tercinta,” tutupnya. (farid/rosyi)


















