Pamekasan – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM Naker) Pamekasan, belum bisa memastikan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, sampai saat ini dari jumlah total 189 koperasi yang terdata, hanya enam koperasi yang benar-benar aktif menjalankan kegiatan usahanya di desa yang ada, seperti Koperasi di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan; Desa Rekkerek, Kecamatan Palengaan; dan Koperasi Merah Putih Branta Pesisir di Kecamatan Tlanakan.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Muttaqin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan atau data perkembangan koperasi di wilayahnya, pasalnya program KDMP masih dalam tahap awal pelaksanaan.
“Usaha koperasi itu masih baru mulai, dan kami belum mengetahui secara pasti perkembangannya,” katanya, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut, Muttaqin menyampaikan, untuk mengetahui perkembangan itu bisa melalui rapat evaluasi terhadap koperasi KDMP. Evaluasi tersebut hanya bisa dilakukan secara menyeluruh di akhir tahun melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Meskipun demikian, pihaknya optimistis beberapa bulan yang akan datang koperasi KDMP akan mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam hal permodalan, tata kelola, dan daya saing usaha koperasi.
“Kita sudah pertemukan koperasi yang belum berjalan dengan bank Himbara dan BUMN yang siap mendukung jalannya program ini, termasuk Bulog dan Pertamina,” imbuhnya.
Selain dukungan dari lembaga keuangan dan BUMN, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menunjuk sebanyak 21 orang untuk mendampingi koperasi di Kota Gerbang Salam. Sebanyak 19 di antaranya akan turun langsung ke lapangan untuk membantu pengembangan koperasi.
Terkait kendala permodalan yang selama ini menjadi hambatan utama, Muttaqin memastikan pihaknya sedang mencari solusi terbaik agar koperasi dapat segera berjalan optimal.
“Awal Oktober lalu, kementerian sudah menunjuk 21 orang, dengan demikian akan melancarkan segala urusan koperasi di lapangan, termasuk masalah permodalan,” pungkasnya. (farid/rosyi)
























