Pamekasan – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menegaskan kemajuan daerah tidak hanya dapat diukur dari sektor pembangunan fisik dan ekonomi, melainkan juga dari pelestarian serta pengembangan budaya lokal sebagai jati diri masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kholilurrhaman saat membuka kegiatan peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-495 Kabupaten Pamekasan bertajuk “Semalam di Madura” di Monumen Arek Lancor, Sabtu (1/11/2025) malam.
“Kemajuan daerah tidak hanya bisa dinilai dari setiap pembangunan fisik dan ekonomi di lapangan, melainkan juga dapat dilihat bagaimana pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan dan pengembangan budaya lokal yang menjadi akar jati diri kita,” ungkap Kholilurrahman dalam sambutannya.
Menurutnya, Harjad ke-495 Kabupaten Pamekasan dengan tema “Pamekasan Kreatif dan Maju”, memiliki spirit Pamekasan kedepan bukan hanya sekadar tumbuh secara fisik dan ekonomi, tetapi juga berkembang melalui kreativitas, inovasi dan karakter masyarakat yang adaptif.
Dengan kemajuan yang terarah dan kreativitas yang terus digali, Pamekasan diharapkan mampu menjadi kabupaten yang berdaya saing, sejahtera dan tetap berakar pada budaya Madura.
Hal itu lanjut Kholilurrahman, yang melatarbelakangi kegiatan Semalam di Madura di tempatkan di Monumen Arek Lancor, lantaran memiliki makna filosofis yang mendalam.
Monumen yang memadukan simbol celurit dan kobaran api itu, kata Kholilurrahman, melambangkan keberanian, semangat yang tak pernah padam, serta persatuan rakyat Madura dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Tempat ini mengingatkan kita akan filosofi leluhur. Monumen Arek Lancor menjadi simbol keberanian dan semangat juang masyarakat Madura yang selalu bersatu menghadapi setiap rintangan,” jelasnya.
Untuk diketahui, kegiatan Semalam di Madura diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Madura sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi. (farid/rosyi).


















