Pamekasan – Bupati Pamekasan Kholilurrohman menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Negara Bakti, Kamis (1/10/2026).
Upacara ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung khidmat. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan, jajaran Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, serta sejumlah pelajar turut hadir dalam aktivitas tersebut.
Dalam amanatnya, Kholilurrohman menyebut Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan filosofi yang lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.
“Yang pertama, bahwa Pancasila itu adalah filosofi. Sebuah filosofi yang digali dari perjalanan bangsa, bangsa Indonesia 350 tahun sebelumnya bahkan berabad-abad sebelumnya Pancasila sudah hidup sebagai filosofi,” ujar Kholilurrohman.
Menurutnya, lima sila dalam Pancasila mempunyai kedudukan penting sebagai jalan hidup bangsa. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak boleh hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga oleh sebab itu artinya bahwa Pancasila dengan sila-sila, lima sila yang sakral, saya katakan sakral karena itu adalah jalan hidup kita yang tidak boleh kita lalaikan itu merupakan satu komitmen, ya komitmen bangsa Indonesia untuk Pancasila menjadi betul-betul menjadi landasan kehidupan bagi kita,” katanya.
Ia menegaskan, penerapan Pancasila harus tercermin dalam perilaku masyarakat, mulai dari sila pertama hingga sila kelima.
“Akibatnya sila-sila mulai dari sila pertama sampai sila kelima itu harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak boleh ada perilaku bangsa Indonesia yang menyimpang dari lima sila di Pancasila,” tegasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Pamekasan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
Kholilurrohman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan Pancasila sekadar simbol dalam upacara, tetapi benar-benar mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (KB)
















