Scroll untuk melanjutkan membaca
Artikel

Membaca Wajah Madura dan Pamekasan : Antara Optimisme Ekonomi dan Krisis Pendidikan

Avatar
×

Membaca Wajah Madura dan Pamekasan : Antara Optimisme Ekonomi dan Krisis Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Dr. Achmarul Fajar, SE.,MM. CELM, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Madura, (Foto/Dok. Terukur.id)

Tingkat pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan adalah dua indikator utama pembangunan daerah. Dalam perspektif akademik, pertumbuhan ekonomi dan pendidikan saling terkait. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi dan kapasitas produksi, sedangkan pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing di era global. Dalam beberapa tahun terakhir, Madura, termasuk Kabupaten Pamekasan, menunjukkan beberapa angka ekonomi yang cukup menjanjikan. Dengan meningkatnya konektivitas infrastruktur, digitalisasi usaha, dan pertumbuhan sektor perdagangan lokal, sektor pertanian, perdagangan, perikanan, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan jasa masih merupakan komponen utama struktur ekonomi daerah. Kondisi ini menunjukkan optimisme ekonomi, yang penting untuk mempercepat pembangunan daerah. Peningkatan kualitas pendidikan belum sepenuhnya mengikuti optimisme ekonomi. Beberapa indikator menunjukkan bahwa Madura masih menghadapi masalah dalam hal pemerataan akses pendidikan, kualitas tenaga pendidik, sarana dan prasarana sekolah, angka partisipasi pendidikan tinggi, literasi, dan penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia ada perbedaan. Menurut teori sumber daya manusia, yang diusulkan oleh Theodore W. Schultz dan dikembangkan oleh Gary Becker, pendidikan adalah investasi yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas individu dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Kualitas pendidikan masyarakat berkorelasi langsung dengan tingkat inovasi, produktivitas tenaga kerja, kesempatan kerja, dan nilai tambah ekonomi.

Ekonomi Kabupaten Pamekasan: Tumbuh Positif, Tantangan Transformasi Struktural Masih Besar

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Pamekasan, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Pulau Madura, telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan kesejahteraan. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur oleh laju pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan suatu wilayah untuk melakukan transformasi struktural, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya saing. Kabupaten Pamekasan, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Pulau Madura, telah menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Perspektif ekonomi pembangunan menganggap pertumbuhan ekonomi sebagai indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesejahteraan, dan kesempatan kerja. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur oleh laju pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan sebuah negara untuk melakukan transformasi struktural, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya saing.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Pamekasan, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Pulau Madura, telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Perspektif ekonomi pembangunan menganggap pertumbuhan ekonomi sebagai indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesejahteraan, dan kesempatan kerja. Namun, pertumbuhan ekonomi juga diukur oleh kemampuan sebuah negara untuk melakukan transformasi struktural, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya saingnya daripada hanya laju pertumbuhan. Industri berbasis sumber daya lokal masih mendominasi struktur ekonomi Kabupaten Pamekasan. PDRB tahun 2025, terbesar berasal dari: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,87% perdagangan besar dan eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor: 21,59%; Konstruksi: 10,63%. Menurut komposisi, ekonomi Pamekasan masih bergantung pada industri primer dan perdagangan. Fakta bahwa ada banyak potensi di wilayah tersebut menunjukkan dominasi sektor pertanian. Termasuk perikanan, peternakan, komoditas tembakau, jagung, padi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, struktur ekonomi seperti ini menunjukkan bahwa ekonomi berbasis inovasi dan industri pengolahan perlu berkembang lebih cepat untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Ekonomi Kabupaten Pamekasan masih bergantung pada industri berbasis sumber daya lokal. PDRB tahun 2025 berasal dari, Konstruksi: 10,63%, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,87% perdagangan besar dan eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor: 21,59% .Ekonomi Pamekasan masih bergantung pada industri primer dan perdagangan karena komposisinya. Fakta bahwa ada banyak potensi di daerah tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah yang paling penting. Perikanan, peternakan, komoditas tembakau, jagung, padi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk dalam kategori ini. Namun, struktur ekonomi seperti ini menunjukkan bahwa industri pengolahan dan ekonomi berbasis inovasi harus berkembang lebih cepat untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

BACA JUGA :  Sampah Berserakan, Warga Mengeluh Bau Menyengat

Industri berbasis sumber daya lokal masih sangat penting bagi ekonomi Kabupaten Pamekasan. Untuk PDRB pada tahun 2025, kontribusi terbesar berasal dari: Konstruksi: 10,63 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,87 persen; Perdagangan besar dan eceran: 21,59 persen; dan Perbaikan Mobil dan Sepeda Motor: 21,59 persen. Karena strukturnya, ekonomi Pamekasan masih bergantung pada industri primer dan perdagangan. Fakta bahwa daerah tersebut memiliki banyak potensi menunjukkan bahwa peran utamanya berada di sektor pertanian. Kategori ini mencakup perikanan, peternakan, komoditas tembakau, jagung, padi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, struktur ekonomi ini menunjukkan bahwa ekonomi berbasis inovasi dan industri pengolahan harus berkembang lebih cepat untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Industri lokal yang bergantung pada sumber daya lokal terus memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan. Kontribusi terbesar untuk PDRB pada tahun 2025 berasal dari: Konstruksi mencapai 10,63 persen, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 31,87 persen, perdagangan besar dan eceran mencapai 21,59 persen, dan perbaikan kendaraan dan sepeda motor mencapai 21,59 persen. Ekonomi Pamekasan masih bergantung pada industri primer dan perdagangan karena strukturnya. Fakta bahwa daerah tersebut memiliki banyak potensi menunjukkan bahwa fokusnya terletak pada pertanian. Perikanan, peternakan, komoditas tembakau, jagung, padi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semuanya termasuk dalam kategori ini. Namun, struktur ekonomi ini menunjukkan bahwa industri pengolahan dan ekonomi berbasis inovasi harus berkembang lebih cepat untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.Industri lokal yang bergantung pada sumber daya lokal terus memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan. Pada tahun 2025, kontribusi PDRB terbesar berasal dari: Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 31,87%, perdagangan besar dan eceran mencapai 21,59%, dan perbaikan kendaraan dan sepeda motor mencapai 21,59%. Konstruksi mencapai 10,63%. Karena struktur ekonominya, ekonomi Pamekasan masih bergantung pada industri primer dan perdagangan. Daerah tersebut memiliki banyak potensi, yang menunjukkan bahwa fokusnya adalah pertanian. Kategori ini mencakup peternakan, perikanan, komoditas tembakau, jagung, padi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, struktur ekonomi ini menunjukkan bahwa ekonomi berbasis inovasi dan industri pengolahan perlu berkembang lebih cepat untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Kabupaten Pamekasan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi Pulau Madura karena banyaknya potensi yang dimilikinya. Namun, peningkatan PDRB dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan harus menjadi hasil dari transformasi struktur ekonomi, peningkatan produktivitas, pengurangan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas tinggi.

Pendidikan di Kabupaten Pamekasan: Meningkat, Namun Masih Menghadapi Tantangan Kualitas dan Daya Saing

Pendidikan adalah salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia, dan berfungsi secara strategis untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat. Menurut teori sumber daya manusia, yang dikembangkan oleh Theodore W. Schultz dan Gary S. Becker, pendidikan dianggap sebagai investasi jangka panjang yang memiliki kemampuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan mendorong inovasi. Oleh karena itu, tidak hanya pertumbuhan ekonomi suatu wilayah diukur keberhasilan pembangunannya, tetapi juga tingkat pendidikan masyarakatnya. Teori sumber daya manusia, yang dikembangkan oleh Theodore W. Schultz dan Gary S. Becker, menyatakan bahwa pendidikan dianggap sebagai investasi jangka panjang yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan mendorong inovasi, dan berfungsi secara strategis untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat. Akibatnya, tidak hanya pertumbuhan ekonomi suatu negara diukur oleh keberhasilan pembangunan, tetapi juga tingkat pendidikan penduduknya.

BACA JUGA :  DPRD Pamekasan Minta Pemerintah Kabupaten Pamekasan Diet Ketat Anggaran

Pada tahun 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) usia 7 tahun akan mencapai 13,83 tahun. Menurut angka ini, anak-anak di Pamekasan memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi awal. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) untuk penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 7,29 tahun, meningkat dari 7,17 tahun pada tahun sebelumnya. Namun, RLS ini menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Pamekasan masih menyelesaikan sekolah hingga sekitar kelas VII atau VIII SMP. Ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat di Pamekasan. Dari segi kelembagaan, Kabupaten Pamekasan memiliki sistem pendidikan formal yang luas, termasuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah yang dikelola oleh Kementerian Agama. Karena menjadi salah satu pusat pendidikan pesantren di Pulau Madura, sistem pendidikan formal berkembang bersamaan dengan pendidikan keagamaan. Karena sekolah dan madrasah tersebar di seluruh kecamatan, masyarakat memiliki akses yang relatif baik ke pendidikan.

Namun, pendidikan di Kabupaten Pamekasan masih menghadapi banyak masalah. Pertama, lama sekolah yang rendah menunjukkan bahwa sebagian orang belum melanjutkan pendidikan hingga jenjang menengah atas atau perguruan tinggi. Kedua, masih ada perbedaan antara pendidikan perkotaan dan pedesaan dalam hal sarana pembelajaran, guru, dan akses teknologi pembelajaran. Ketiga, agar lulusan dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif, keterampilan digital, literasi, numerasi, dan penguasaan bahasa asing semuanya perlu ditingkatkan. Menurut teori Endogenous Growth yang dikembangkan oleh Paul Romer, peningkatan produktivitas, inovasi, dan kualitas pendidikan adalah komponen utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tujuan investasi dalam pendidikan bukan hanya untuk meningkatkan partisipasi siswa di sekolah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan guru, dan kualitas lulusan, serta menciptakan hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Penguatan sektor pendidikan di Kabupaten Pamekasan harus difokuskan pada peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas pendidikan, pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan akses ke perguruan tinggi, peningkatan kolaborasi antara sekolah, pesantren, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Pendidikan dengan strategi ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah tetapi juga fleksibel, kreatif, dan mampu menyumbang nilai tambahan untuk pembangunan ekonomi lokal.Oleh karena itu, kondisi pendidikan di Kabupaten Pamekasan menunjukkan peningkatan dalam IPM, Harapan Lama Sekolah, dan Rata-rata Lama Sekolah. Meningkatkan daya saing sumber daya manusia, pemerataan akses, dan peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi prioritas strategis yang harus diprioritaskan. Keberhasilan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas tinggi, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah akan sangat menentukan keberhasilan masa depan pembangunan ekonomi Pamekasan.

Tantangan Pendidikan di Kabupaten Pamekasan: Antara Pemerataan Akses dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Pendidikan bukan sekadar pertukaran pengetahuan; itu adalah investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan tenaga kerja dalam jangka panjang. Akibatnya, kemajuan pembangunan Kabupaten Pamekasan akan diukur bukan hanya oleh pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,47% pada tahun 2025, tetapi juga oleh kemampuan provinsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Kondisi pendidikan di Kabupaten Pamekasan menunjukkan peningkatan umum. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pamekasan pada tahun 2025 akan mencapai 71,64 poin, naik 0,79 poin dari tahun sebelumnya, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Indikator pendidikan yang lebih baik, terutama Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 13,83 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,29 tahun, menunjukkan bahwa anak-anak di Pamekasan memiliki peluang untuk menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Namun, rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas baru mengenyam pendidikan sekitar 7,29 tahun, atau setara dengan kelas VII–VIII SMP. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan indikator pendidikan. Seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan yang signifikan antara Harapan Lama Sekolah (13,83 tahun) dan Rata-rata Lama Sekolah (7,29 tahun), masih ada masalah dengan keberlanjutan pendidikan. Banyak siswa yang memiliki kesempatan untuk bersekolah, tetapi tidak mampu masuk ke sekolah menengah atas atau perguruan tinggi. Faktor-faktor seperti keterbatasan ekonomi keluarga, tingginya angka perkawinan usia muda, kewajiban untuk membantu pekerjaan keluarga, dan rendahnya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi adalah beberapa faktor yang memengaruhi keadaan ini. Selain itu, RLS Kabupaten Pamekasan masih di bawah rata-rata Jawa Timur (8,39 tahun) dan rata-rata nasional (9,07 tahun), menunjukkan perbedaan dalam kualitas pendidikan dibandingkan dengan daerah lain.

BACA JUGA :  Madura di Antara Etika Sosial, Agnotologi, dan Bayang-bayang Birokrasi Kroni

Sebenarnya, Kabupaten Pamekasan memiliki jaringan pendidikan formal yang relatif lengkap, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, dan didukung oleh ratusan pesantren, yang merupakan pusat pendidikan keagamaan di Madura. Pemerataan mutu antarwilayah masih menjadi masalah. Laboratorium, perpustakaan, fasilitas TI, akses internet, dan media pembelajaran digital masih menjadi masalah bagi sekolah-sekolah di daerah pedesaan. Akibatnya, layanan pendidikan kurang merata dan berdampak pada hasil belajar siswa. Peningkatan kualitas tenaga pendidik adalah tantangan berikutnya. Dalam era transformasi digital dan penerapan pembelajaran berbasis kompetensi, guru tidak hanya harus menguasai materi pelajaran. Mereka juga harus memiliki literasi digital, kemampuan pedagogik, kemampuan untuk menggunakan teknologi pembelajaran, dan kemampuan untuk membangun pembelajaran yang berpusat pada siswa. Agar kualitas pembelajaran dapat meningkat secara merata, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan sangat penting.

Selain itu, partisipasi dalam pendidikan tinggi masih sulit dicapai. Terlepas dari fakta bahwa HLS menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, jumlah orang yang lulus dari program ini masih relatif terbatas. Sebagian besar alasan mengapa orang tidak pergi ke perguruan tinggi adalah seperti halnya masalah keuangan, akses ke perguruan tinggi, kekurangan informasi tentang beasiswa, dan gagasan bahwa bekerja lebih cepat menguntungkan secara finansial. Sebaliknya, kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja adalah masalah terbesar dalam pendidikan di Kabupaten Pamekasan. Sektor pertanian, perdagangan, usaha kecil dan menengah (UMKM), dan jasa masih merupakan bagian besar dari struktur ekonomi Pamekasan. Namun, dunia kerja saat ini menuntut lulusan dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kewirausahaan, dan penguasaan teknologi informasi. Jika sistem pendidikan tidak dapat menciptakan kemampuan ini, pertumbuhan ekonomi yang cepat tidak akan sepenuhnya diikuti oleh peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Menurut teori pertumbuhan endogen yang dikembangkan oleh Paul Romer, kualitas pendidikan adalah komponen utama yang mendorong inovasi, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan di Kabupaten Pamekasan harus difokuskan pada peningkatan jumlah siswa yang masuk ke sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan kualitas guru, penguatan pendidikan vokasi, perluasan akses ke pendidikan tinggi, dan peningkatan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, bisnis, dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, masalah pendidikan di Kabupaten Pamekasan tidak lagi terbatas pada penyediaan pendidikan; sekarang fokusnya adalah memastikan bahwa setiap warga menerima pendidikan berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Kesuksesan Kabupaten Pamekasan dalam transformasi pendidikan menjadi dasar pembangunan manusia yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan akan sangat menentukan keberhasilannya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Oleh: Dr. Achmarul Fajar, SE.,MM. CELM, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Madura,
IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow