Pamekasan-Langkah nyata untuk bumi kembali diambil oleh Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Madura (Mahapala Unira). Menyambut Hari Bumi 2026, pegiat lingkungan ini menggandeng Siswa Pecinta Alam (Sispala) Se-Pamekasan untuk menanam 500 bibit mangrove di Pantai Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.
Ketua Umum Mahapala Unira, Hendri Hermawan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil survei mendalam.
Menurutnya, kondisi pesisir Pantai Ambat yang rentan terhadap abrasi menjadi alasan utama urgensi penanaman ini.
“Kami melihat abrasi pantai di Pamekasan masih menjadi persoalan serius. Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami ingin mengambil peran nyata sebagai pelopor dalam menjaga dan merawat bumi,” tegas Hendri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Lembaga Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Basid, serta Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jawa Timur, Nur Faisal.
Dalam sambutannya, Basid menegaskan pentingnya aksi nyata untuk lingkungan.
“Saya berharap semoga acara yang sangat bermanfaat ini bukan hanya sekali saja, tapi secara berkelanjutan dan terus menerus peduli terhadap alam,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Nur Faisal dalam dukungannya berharap Mahapala Unira terus menjadi pelopor untuk merawat alam dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Ia juga menambahkan bahwa deretan mangrove ini mampu menjadi ‘sabuk hijau’ yang melindungi daratan dari hantaman ombak.
“Mari kita jaga mangrove ini sebagai warisan kehidupan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda dan para pengunjung untuk memastikan 500 bibit yang ditanam hari ini tumbuh menjadi kesadaran kolektif demi masa depan pesisir kita,” tutupnya. (rosy)
























