Scroll untuk melanjutkan membaca
Lingkungan

Kalahkan Tiga Kabupaten Lain di Madura, Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Menuju Bersih

Avatar
×

Kalahkan Tiga Kabupaten Lain di Madura, Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Menuju Bersih

Sebarkan artikel ini
Tersenyum Bangga : Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto (Batik) Saat Menerima Penghargaan Kabupaten Menuju Bersih, Dari Kementerian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terima penghargaan katagori Kabupaten Menuju Bersih pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026, di Gedung Balai Kartini Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, dan diterima oleh Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan H. Sukriyanto.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Supriyanto menyampaikan, penghargaan yang diterima pemkab Pamekasan merupakan penghargaan dengan penilaian pola baru. Dari seluruh kabupaten atau kota di Indonesia tidak ada satupun yang memperoleh Adipura atau Adipura kencana di tahun ini.

Penghargaan yang diberikan pemerintah Indonesia hanya berupa sertifikat menuju kabupaten atau kota bersih. Sertifikat tadi, diterima oleh 35 kabupaten atau kota di Indonesia, termasuk Pamekasan.

BACA JUGA :  7 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Pamekasan Imbau Masyarakat Waspada

Kendati hanya berupa sertifikat pihaknya mengaku bersyukur dan bahagia. Pasalnya, selain hal itu merupakan prestasi membanggakan, kemudian dari empat kabupaten di Madura, hanya Pamekasan yang mendapatkan penghargaan tersebut.

“Penghargaan tersebut kami terima pada agenda Rakornas pengelolaan sampah di balai Kartini Jakarta, sekaligus penerimaan penghargaan dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan, prestasi tersebut bisa diraih DLH di dasari oleh beberapa hal yang telah dilakukan. Seperti, memaksimalkan peran serta Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta petugas kebersihan dalam pengelolaan sampah di Pamekasan.

BACA JUGA :  Nyekar ke Makam Raden Alsari, Keraton Surakarta Teguhkan Ikatan Sejarah

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku kerap berkoordinasi dengan setiap lurah dan camat di 13 kecamatan guna memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing.

“Jadi, upaya -upaya kita selama ini dalam memperoleh penghargaan ini diantaranya memaksimalkan peran serta TPS3R yang ada di Pamekasan,” tambahnya.

Ke depan, lanjut Supri, DLH Pamekasan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang indah dan bersih di wilayah Kabupaten Pamekasan. Hal itu dilakukan, agar Pamekasan tidak hanya berhenti di penghargaan yang saat ini diterima, tetapi juga bisa memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, seperti Adipura.

Untuk itu, pihaknya meminta kerjasama dan partisipasi masyarakat agar turut menciptakan lingkungan yang bersih di wilayahnya. Sehingga kebersihan bisa benar-benar tercipta atas kesadaran masyarakat.

BACA JUGA :  BPBD Pamekasan Andalkan Suplai Logistik dari Pemprov Jatim Hadapi Puncak Musim Hujan

Menurut Supri, penghargaan Adipura saat ini di nilai dari tiga komponen utama, pertama berkenaan dengan kebijakan anggaran, kedua SDM dan sarana dan prasarana, serta kinerja pengelolaan sampah di Pamekasan.

“Penilaian Adipura saat ini ada tiga komponen utama yang harus dipenuhi. Untuk itu, tentunya kami butuh partisipasi masyarakat luas dalam meraih penghargaan tersebut,” tegasnya.

Oleh karenanya Supri berharap, masyarakat bisa turut aktif membuang sampah pada tempatnya, dan bersama-sama berhenti untuk membuang sampah sembarangan. Masyarakat bisa bekerjasama dengan TPS3R atau bisa mengelola sampahnya secara mandiri. (Farid/Rosyi)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow