Pamekasan – Dalam rangka menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar dialog bersama kepala desa dan lurah se-kabupaten di wilayah setempat.
Kegiatan bertajuk “Dialog Bupati dan Wakil Bupati bersama perangkat daerah dengan kepala desa / lurah se-Kabupaten Pamekasan” digelar di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Rabu (28/1/2026).
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Abdussalam menyampaikan apresiasi tinggi atas program dialog tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang digelar pemerintah daerah akan menjadi ruang komunikasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.
Ruang lingkup seperti ini, dinilai sangat penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan sejalan dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Baru kali ini ada kegiatan sebagus ini,” ujarnya.
Abdussalam berharap dialog yang baru pertama kali dilaksanakan ini tidak hanya berlangsung sekali, melainkan dapat diagendakan secara berkala agar koordinasi dan sinergi antar pemerintah desa dan kabupaten tetap terjaga.
“Harapan saya tidak pertahun, tapi persemester,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, mengatakan bahwa kegiatan dialog sengaja dirancang untuk mengumpulkan seluruh elemen pemerintahan dalam satu wadah komunikasi yang intensif.
Menurutnya, koordinasi yang kuat sangat dibutuhkan agar setiap kebijakan dan program yang dirumuskan di tingkat kabupaten dapat diterjemahkan dan dijalankan secara selaras hingga ke desa dan kelurahan.
“Mengumpulkan semua elemen dalam satu forum, guna memassifkan antar koordinasi,” kata Sukriyanto.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menegaskan bahwa keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan dilakukan secara sengaja untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.
Selain itu, forum dialog juga akan berdampak pada solusi yang dibutuhkan setiap pemerintah desa, kelurahan maupun terhadap Pemerintah Kbupaten Pamekasan.
“Kami melibatkan semua tingkatan, dalam rangka menyamakan persepsi, sehingga jika ada kesulitan bisa kita hadapi bersama,” tegasnya.
Dialog, lanjut Kholilurahman, akan menjadi sarana penting dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman antar level pemerintahan.
Dengan komunikasi kuat antar pemerintahan, diharapkan dapat berjalan searah dalam menjalankan program pembangunan.
“Yang tak kalah penting agar tidak terjadi misskomunikasi,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan pembangunan juga turut dibahas, seperti keterbatasan anggaran yang dianggap menjadi kendala di tingkat desa.
Karena itu, dialog yang digelar saat ini diharapkan mampu melahirkan skema yang tepat dan efektif untuk memaksimalkan kelanjutan pembangunan di Pamekasan.
“Forum ini untuk mencari format mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi, misalnya persoalan minimnya anggaran,” pungkasnya. (farid/rosyi)
























