Scroll untuk melanjutkan membaca
Budaya

Berlangsung Meriah, Teater Fataria Hadirkan Dua Lakon Pertunjukan Sarat Makna

Avatar
×

Berlangsung Meriah, Teater Fataria Hadirkan Dua Lakon Pertunjukan Sarat Makna

Sebarkan artikel ini
SARAT MAKNA: Teater Fataria mempersembahkan dua lakon sarat makna pada perayaan Dies Maulidiyah ke-34.

Pamekasan – Perayaan Dies Maulidiyah ke-34 Teater Fataria berlangsung meriah di Auditorium UIN Madura, Jumat (12/12/2025). Ratusan penonton tampak terhipnotis pada setiap pertunjukan yang dipentaskan.

Sejak lampu panggung menyala hingga tirai tertutup, perhatian penonton tidak lepas dari suguhan artistik dan lakon yang sarat makna dan kritik sosial.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

“Di perayaan ke-34 tahun ini kita sengaja angkat tema ‘Tiwikrama Jiwa’ yang artinya perubahan wujud dan manifestasi kekuatan besar. Perubahan wujud ini tidak selalu berati fisik, tapi bisa juga tentang cara berpikir dan kesadaran diri,” terang Ketua Umum Teater Fataria Abdullah Zaim, Jumat (12/12/2025).

BACA JUGA :  Di Tangan Bupati Fauzi, Madura Ethnic Carnival 2025 Jadi Magnet Budaya dan Ekonomi Kreatif

Ia menjelaskan, Teater Fataria membuka pementasan dengan lakon ‘Epidemi’, sebuah pertunjukan yang mengangkat kritik tajam terhadap fenomena korupsi yang digambarkan telah mewabah ke berbagai lapisan masyarakat.

Melalui alur cerita yang penuh simbolik dan dialog yang kuat, Epidemi merefleksikan realitas sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  DPRD Sebut Bupati Pamekasan Sukses Hidupkan Gotong Royong

Lalu pementasan kedua, berjudul ‘Liang’, menyoroti konflik sosial yang lebih kompleks. Lakon ini menggambarkan beragam persoalan, mulai dari tekanan ekonomi, kesenjangan sosial, hingga benturan kepentingan antarkelompok yang dikemas secara emosional dan menggugah.

Antusiasme penonton terlihat di sepanjang pertunjukan. Tepuk tangan dan apresiasi panjang mengiringi penampilan para aktor. Zaim berharap, pertunjukan tersebut tidak hanya menghibur, namun juga mengajak penonton untuk berefleksi.

BACA JUGA :  Usul Revitalisasi Cagar Budaya, Menteri Kebudayaan Minta Bupati Pamekasan Bentuk TACB

“Dua mahakarya itu merupakan bentuk sinergitas antara anggota Teater dan alumni. Karena semua yang terlibat di dia pementasan itu adalah anggota dan alumni Semoga karya yang kita tampilkan menjadi bahan refleksi kita semua,” tutupnya. (adim/rosyi)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow