Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Harta Habis Dilalap Api, 9 Korban Kebakaran di Pamekasan Mengungsi di Musholla

Avatar
×

Harta Habis Dilalap Api, 9 Korban Kebakaran di Pamekasan Mengungsi di Musholla

Sebarkan artikel ini
Ringankan Beban: BPBD Pamekasan Berikan Bantuan Terhadap Korban yang Rumahnya Kebakaran, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Tak ada lagi yang tersisa. Rumah berukuran 10×12 meter milik Taha dan Su’ib di Dusun Tengah, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, kini hanya tinggal puing dan arang hitam.

Si jago merah mengamuk pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam hitungan menit, rumah yang dihuni dua keluarga itu ludes dilalap api bersama seluruh isinya. Baju, perabot, dokumen, hingga kenangan puluhan tahun semuanya lenyap jadi abu.

BPBD Pamekasan yang menerima laporan sekitar pukul 10.21 WIB langsung meluncur ke lokasi. Namun setibanya di sana, yang terlihat hanya kepulan asap tipis dan isak tangis korban yang syok.

BACA JUGA :  Di Acara Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Proppo, Wabup Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

“Setelah melakukan evaluasi cepat di lokasi, kami menemukan bahwa rumah yang dihuni oleh dua keluarga itu ludes terbakar bersama semua barang yang ada di dalamnya,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, dengan nada prihatin.

Yang paling pilu, akibat musibah ini, 9 jiwa dari 2 kepala keluarga kehilangan tempat berteduh dalam semalam. Tidak ada pilihan lain, malam ini dan entah sampai kapan, mereka harus tidur beralaskan tikar di musholla kecil yang ada di depan rumah mereka yang sudah jadi abu.

BACA JUGA :  Akibat Keluar Jalur, L300 Box Nyelonong ke Jurang di Pamekasan 

Musholla yang biasanya untuk sujud, kini jadi tempat mereka menumpahkan air mata dan menahan dinginnya malam.

Mereka selamat dari api, tapi tidak dari kehilangan. Seluruh harta benda hasil kerja keras bertahun-tahun habis tak bersisa.

“Untuk saat ini, para korban tinggal di musholla yang terletak di depan rumah. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah bantuan logistik,” tambah Dhofir.

Di lapangan, personel BPBD, Bambang, Usman, Anis, Wahidi, dan Billy, bersama perangkat desa dan warga sekitar berusaha menenangkan korban sambil terus mendata dan memantau.

BACA JUGA :  Peringatan Maulid Nabi dan Temu Alumni Kembali Digelar Setelah 8 Tahun Vakum

Cuaca hari itu cerah, kata BMKG Juanda. Tapi tidak bagi Taha, Su’ib, dan 7 anggota keluarganya yang lain. Hari itu adalah hari tergelap mereka.

Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Yang jelas, 9 jiwa di Larangan Slampar kini butuh uluran tangan kita. Mereka tidak butuh simpati saja, mereka butuh selimut, makanan, pakaian, dan harapan untuk bisa memulai hidup lagi dari nol.

“Kami terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak desa serta pihak terkait untuk memastikan kebutuhan para korban dapat dipenuhi,” tutup Dhofir. (KB/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow