Scroll untuk melanjutkan membaca
Budaya

Nyekar ke Makam Raden Alsari, Keraton Surakarta Teguhkan Ikatan Sejarah

Avatar
×

Nyekar ke Makam Raden Alsari, Keraton Surakarta Teguhkan Ikatan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Kirab Budaya Menuju Makam Raden Alsari di Kolapjung Pamekasan, (Foto/Farid)

Pamekasan – Hubungan historis akar leluhur Keraton Surakarta Hadiningrat dan Kabupaten Pamekasan diyakini tidak dapat dipisahkan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto dalam pertemuannya di Pendopo Budaya Pamekasan, Senin (16/2/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan, Jajaran Forkopimda serta Keraton Pamekasan.

Dalam sambutannya, Sukriyanto menyebut bahwa berdasarkan fakta sejarah, hubungan yang sangat kuat antara kedua wilayah yaitu keraton Surakarta dan Pamekasan tidak bisa dipisahkan.

IMG-20260212-WA0017
previous arrow
next arrow

Karena permaisuri Pakubuwono(PB) IV, Bandoro Raden Ayu, merupakan menantu Bupati Pamekasan R Alsari atau disebut Adipati Tjokro Adiningrat I.

BACA JUGA :  Festival Sapi Sonok Meriahkan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur

“Keluarga Keraton Surakarta, masih bisa dikatakan berdarah Madura, karena istri Raden Ajeng Handoyo PB IV melahirkan raja-raja pada saat itu,”ujar Sukriyanto.

Dia menegaskan, bahwa agenda kunjungan yang dilakukan oleh Keraton Surakarta bukan sekadar agenda seremonial belaka, akan tetapi menjadi simbol harmonisasi budaya sekaligus menjadi penyambung hubungan genealogis yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

“Agenda bukan sekedar kegiatan seremonial biasa,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari, yang akrab dengan panggilan Gusti Moeng, turut menegaskan bahwa agenda yang dilakukan itu merupakan agenda yang memiliki makna penting, utamanya menjadi momentum nyekar ke makam leluhur yang ada di Pamekasan.

BACA JUGA :  Gerak Cepat, Wabup Pamekasan Kunjungi Rumah Warga Korban Kebakaran di Desa Gro’om

Agenda tersebut didasarkan pada hasil penelusuran sejarah dan silsilah yang telah dilakukan, Gusti Moeng menyebut bahwa terdapat kisah Adipati Anom atau PB IV yang jatuh cinta kepada putri Raden Alsari. Sejarah tersebut menjadi benang merah penting dalam hubungan Surakarta dan Madura, khususnya Pamekasan.

“Untuk mencari silsilah tersebut saya sudah mencari ke Bangkalan dan Sumenep sejak 10 tahun lalu. Ternyata ketemunya disini,”ungkapnya.

BACA JUGA :  Terima Kunjungan Keraton Surakarta, Bupati Pamekasan Berkomitmen Jaga Ikatan Historis 

Selain itu, Gusti Moeng menyatakan bahwa menjaga dan mempererat hubungan kekerabatan merupakan bagian dari bentuk merawat budaya sebagai jati diri bangsa.

Apalagi Raden Alsari atau R.T.A. Tjokro Adiningrat I, dikenal sebagai Ghung Seppo, Bupati Pamekasan, sekaligus mertua Susuhunan Pakubuwono IV Surakarta.

“Dari garis inilah, hubungan darah antara Surakarta dan Pamekasan diharapkan terus tersambung,” pungkasnya.

Agenda kunjungan tersebut. kemudian ditutup dengan kegiatan kirab budaya, mulai dari Pendopo Budaya Pamekasan menuju makam Raden Alsari yang bertempat di Kolpajung, Pamekasan. (Farid)