Pamekasan – Dinas Sosial Pamekasan tengah mengusulkan sebanyak 41 penyandang disabilitas untuk mendapatkan bantuan kewirausahaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kaum disabilitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Pamekasan, Amir Mahmud, mengatakan, untuk meningkatkan taraf hidup penyandang disabilitas di wilayahnya, pihaknya telah melakukan beberapa langkah strategis, baik melalui berbagai program pendampingan dan bantuan usaha.
“Untuk mendorong kemandirian ekonomi disabilitas, kami telah mengusulkan bantuan ke pemerintah provinsi. Sedangkan di Daerah tidak ada bantuan itu,” ungkapnya, Rabu (22/10/2025).
Lebih lanjut, Amir menjelaskan, terdapat dua skema bantuan yang diajukan oleh pemerintah, yakni program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP Jawara), dan Keluarga Penerima Manfaat Jawara (KPM Jawara).
Dari 41 calon penerima manfaat yang diusulkan, sebanyak 15 orang diusulkan dalam program KPM Jawara, sedangkan 26 sisanya diajukan melalui KIP Jawara.
“Jumlah tersebut kami usulkan di dua program, yakni sebanyak 15 orang di KPM, dan 26 orang di KIP Jawara. Jadi jumlah keseluruhan menjadi 41 orang,” tambahnya.
Untuk bisa menerima bantuan kewirausahaan tersebut, Amir menegaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, utamanya penyandang disabilitas harus memiliki embrio usaha yang dapat dijalankan.
Jika tidak memungkinkan secara langsung, usaha tersebut dapat dijalankan oleh anggota keluarga yang masih satu kartu keluarga (KK) dengan disabilitas yang bersangkutan.
Sedangkan untuk besaran bantuan yang akan diterima, Amir menyebut bahwa nilainya sangat bervariasi, tergantung pada jenis usaha dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
“Biasanya untuk besaran bantuan itu sesuai dengan permintaan penerima manfaat. Karena nanti kami akan turun ke lapangan untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan mereka,” tambahnya.
Amir mengimbau masyarakat untuk mendukung program ini, diantaranya dengan melaporkan penyandang disabilitas yang memiliki embrio usaha namun belum mendapatkan perhatian pemerintah.
“Kami berharap masyarakat bisa melaporkan ke Dinsos Pamekasan jika ada penyandang disabilitas yang punya potensi usaha. Akan kami tindak lanjuti agar bisa ikut dalam program ini. Karena program ini masih perdan dijalankan di Pamekasan,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















