Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Begini Kata Bupati Pamekasan Tentang Buku Pamekasan Mencari Identitas Karya AJP

Avatar
×

Begini Kata Bupati Pamekasan Tentang Buku Pamekasan Mencari Identitas Karya AJP

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan KH Kholilurrohman, Saat Menghadiri Acara Saresehan Literasi di UIN Madura, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) berkolaborasi dengan UIN Madura menggelar Sarasehan Literasi dan Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas dalam rangka Dies Natalis ke-60 UIN Madura di Auditorium Rektorat UIN Madura lantai 4.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya akademisi, jurnalis, pemerintah, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendiskusikan identitas Pamekasan melalui pendekatan literasi.

Buku Pamekasan Mencari Identitas, karya AJP, dijadikan bahan kajian guna mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan daerah.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrohman menegaskan, budaya literasi harus terus diperkuat agar Pamekasan mampu mempertahankan jati dirinya di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan budaya digital.

“Sangat besar harapan saya bahwa Aliansi Jurnalis Pamekasan bersama komunitas yang lain bisa bahu-membahu mengawal Pamekasan menjadi lebih baik. Dengan demikian, penguatan literasi sebagai salah satu ciri Pamekasan sebagai kota pendidikan bisa kita wujudkan bersama-sama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kementerian Kebudayaan RI Terkesan Keanekaragaman Budaya Lokal pada Event Semalam di Madura

Menurutnya, kegiatan ilmiah seperti sarasehan dan bedah buku merupakan bagian penting dalam membangun tradisi berpikir kritis sekaligus memperkuat karakter masyarakat. Ia menilai budaya membaca, berdiskusi, dan menulis harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.

Selain itu orang nomor satu di Pamekasan ini juga mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-60 UIN Madura. Ia berharap perguruan tinggi tersebut terus berkembang sebagai pusat keilmuan yang melahirkan pemikir, peneliti, dan guru besar yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Madura.

BACA JUGA :  DPRD Beri Lampu Hijau Rencana Pemkab Alokasikan Danan Cadangan Pilkada 2029

“Semoga UIN Madura terus menjadi pusat keilmuan yang melahirkan pemikir, peneliti, dan akademisi yang menjadi lokomotif kemajuan pendidikan di Madura,” katanya.

Lebih lanjut, K. Kholil menilai tema Pamekasan Mencari Identitas memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi saat ini. Di tengah kemudahan mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia, masyarakat diingatkan agar tidak kehilangan akar budaya dan karakter daerah.

“Sering kali kita semakin mengenal dunia, tetapi jangan sampai semakin jauh dari akar dan kepribadian daerah kita sendiri. Di sinilah urgensi sarasehan dengan tema Pamekasan Mencari Identitas,” ungkapnya.

Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan serta memperkuat identitas Pamekasan melalui gerakan literasi.

BACA JUGA :  270 PJU di Pamekasan Rusak Dishub Ungkap Penyebabnya

“Saya berharap rekomendasi dari sarasehan hari ini disusun dengan baik sehingga dapat menjadi rujukan bersama dalam membangun Pamekasan sesuai identitas yang disepakati,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Pamekasan, Khairul Umam, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi AJP dan UIN Madura merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan ruang literasi yang produktif melalui diskusi ilmiah dan kajian buku.

“Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem literasi di Pamekasan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa membaca, menulis, dan berdiskusi merupakan fondasi penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang berpijak pada identitas, sejarah, dan nilai-nilai lokal,” katanya. (KB/Rosy)

IMG-20260724-WA0013
previous arrow
next arrow