Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Kebudayaan menggelar Malam Kemilau Madura bertajuk “Pesona Budaya Pamekasan” di Alun-alun Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/26) malam.
Kegiatan tersebut menyediakan 6.000 porsi makanan gratis bagi masyarakat. Hal itu juga menjadi salah satu magnet tersendiri bagi warga untuk ikut ambil bagian.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun Madura yang lebih baik, khususnya Kabupaten Pamekasan.
“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi kebersamaan kita untuk membangun Madura yang lebih baik lagi, mengawal akselerasi pembangunan Madura, terutama pada saat ini di Pamekasan,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan sejarah Pamekasan yang didirikan oleh Ronggosukowati pada 1530 Masehi. Ia turut menyinggung upaya memperkuat identitas Pamekasan sebagai Kota dan Kabupaten Batik.
Salah satu momentum bersejarah terjadi pada 2009 melalui kegiatan membatik sepanjang 1.530 meter yang berhasil memperoleh rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut membentang dari wilayah timur hingga barat Pamekasan dengan mengelilingi kawasan Arek Lancor.
Bupati mengakui identitas Pamekasan sebagai Kota dan Kabupaten Batik mulai meredup. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk kembali menghidupkan dan menyemarakkan potensi batik sebagai kebanggaan daerah.
“Insyaallah akan kita hidupkan kembali, akan kita semarakkan kembali,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kebersamaan masyarakat semakin kuat serta budaya dan identitas Pamekasan semakin dikenal dan dilestarikan. (Ayek/Rosy)
















