Pamekasan – Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, menekankan lima nilai utama PRIMA sebagai pedoman pengabdian prajurit TNI di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Penekanan tersebut disampaikan Dandim saat membacakan amanat Panglima TNI pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0826 Pamekasan, Senin (5/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, jajaran Polres Pamekasan, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Dandim menyebut kepercayaan tinggi masyarakat kepada TNI merupakan buah dari pengabdian para prajurit dan ASN TNI selama ini. Kepercayaan itu adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib dijaga.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” kata Letkol Agus Wibowo Hendratmoko membacakan amanat Panglima TNI.
Ia menegaskan, semakin kuat dan modern TNI, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Penguatan institusi harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme setiap prajurit.
Tantangan ke depan, lanjut Dandim, tidak ringan. Perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, hingga perkembangan ruang informasi dan kognitif menjadi medan baru yang harus dihadapi. Karena itu, TNI dituntut tetap kokoh pada jati dirinya: menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, dan melindungi kekayaan Nusantara.
Lima Nilai PRIMA
Pada kesempatan itu, Dandim menjabarkan lima nilai PRIMA yang harus menjadi arah pengembangan kemampuan TNI:
1. Profesional: Prajurit wajib menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kompetensi melalui latihan berkelanjutan, serta menjalankan tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
2. Responsif: Prajurit harus peka terhadap perubahan lingkungan tugas, mampu mendeteksi potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
3. Integratif: TNI harus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, sehingga kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan.
4. Modern: Prajurit dituntut menguasai alutsista dan teknologi yang menjadi tanggung jawabnya serta mampu menggunakannya secara optimal.
5. Adaptif: Setiap prajurit harus menjadikan pengalaman penugasan sebagai bahan pembelajaran, terus mengembangkan inovasi, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah dan pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik saat ini maupun masa yang akan datang,” tegasnya.
Mengakhiri amanat, Dandim mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” (KB/Rosy)
















