Pamekasan – Festival Drumband se-Kabupaten Pamekasan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Pamekasan ke-496 tak sekadar menjadi tontonan. Lebih dari itu, festival ini menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan jiwa seni generasi muda.
Hal itu ditegaskan Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat membuka dan melepas parade Festival Drumband di Arek Lancor, Minggu (4/10/2026).
Menurut Bupati, drumband memiliki nilai pendidikan yang lengkap. Di dalamnya ada perpaduan musik, gerakan, dan kedisiplinan yang membentuk karakter peserta.
“Untuk itu, saya berharap parade drumband ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tontonan. Kegiatan ini memiliki esensi yang lebih penting,” kata Kholilurrahman.
Ia menjelaskan, drumband memberi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan mengasah kemampuan seni. Peserta tidak hanya dituntut mahir memainkan alat musik, tetapi juga harus memahami ritme, kekompakan, dan keindahan penampilan.
Lebih jauh, proses latihan dan tampil bersama secara tidak langsung menempa mental. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab terhadap tugas masing-masing, serta patuh pada aturan dan komando.
“Hikmah lainnya adalah menjadikan kegiatan drumband ini sebagai salah satu sarana pembentukan karakter pemuda-pemudi kita sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh dan terampil,” ujarnya.
Bupati juga menekankan nilai kolaborasi dalam drumband. Setiap personel memegang alat yang berbeda, namun harus mampu menghasilkan irama yang selaras dan harmonis.
“Melalui kegiatan drumband, kita dapat belajar arti pentingnya disiplin, kolaborasi, saling mengisi, serta kepatuhan pada satu komando,” katanya.
Nilai itulah yang dibutuhkan untuk membangun generasi muda yang tidak hanya terampil secara seni, tetapi juga berkarakter, disiplin, dan mampu bekerja sama.
Festival yang diikuti 36 regu dari jenjang SD, SMP, SMA/sederajat hingga kategori umum ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas dan menumbuhkan rasa percaya diri di hadapan publik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan olahraga drumband di bawah naungan KORMI Kabupaten Pamekasan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi seni.
“Terus perkuat kesatuan dan persatuan, serta perkuat pembangunan Pamekasan ke depan,” tegas Kholilurrahman. (KB/Rosy)
















