Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyelenggarakan pasar murah di halaman Kantor Kecamatan Larangan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat di tengah kesulitan ekonomi.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta ribuan warga yang antusias membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah.
Selain menyediakan beragam bahan pangan bersubsidi, pasar murah kali ini juga dimeriahkan dengan stand bazar dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran pelaku UMKM memberikan daya tarik tersendiri dan membuka kesempatan bagi promosi produk lokal dari Pamekasan.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengungkapkan bahwa pasar murah merupakan salah satu tindakan pemerintah untuk menanggulangi peningkatan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Pasar murah ini adalah langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga kestabilan harga di pasar. Dengan adanya program seperti ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga,” katanya.
Dia menjelaskan, meskipun potongan harga untuk setiap komoditas berkisar antara Rp7. 000 hingga Rp10. 000, dampak yang dirasakan masyarakat sangat besar jika dijumlahkan dari semua kebutuhan rumah tangga yang dibeli.
“Jika dilihat dari satu barang, selisihnya mungkin tidak begitu besar. Namun ketika masyarakat membeli beberapa barang sekaligus, penghematan yang didapat menjadi cukup signifikan dan ini tentu sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga,” tambahnya.
KH. Kholilurrahman juga menyatakan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan secara berkala mengadakan rapat koordinasi setiap bulan untuk menilai perkembangan harga dan merancang langkah-langkah strategis untuk memperlambat inflasi di Kabupaten Pamekasan.
Dia juga berharap bahwa inisiatif sosial seperti pasar murah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor usaha dan dermawan.
“Kami mengharapkan semakin banyak pihak yang memiliki sumber daya ekonomi untuk berpartisipasi membantu masyarakat. Jika hanya mengandalkan pemerintah, tentu prosesnya akan lebih lambat. Dengan semangat gotong royong, manfaatnya akan menjadi lebih luas dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap bahwa kestabilan harga bahan pokok dapat terjaga, inflasi bisa dikendalikan, dan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, bazar UMKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah. (Kb/Rosy)



























