Pamekasan – Gudang Induk Bawang Mas mulai melakukan pembelian tembakau rajang kering milik petani di Pamekasan pada Sabtu (16/08/2026).
Di hari pertama aktifitas pembelian tembakau petani, H. Khairul Umam alias Haji Her hadir tidak sendirian. Di sampingnya duduk sosok yang paling ia hormati yakni sang ibunda.
Kehadiran ibunda H. Her bukan sekadar formalitas. Bagi pengusaha yang sering dipanggil sultan hal itu adalah bentuk bakti dan rasa syukur.
“Senang, senang. Lebih semangat,” ucap Haji Her singkat, dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya sepanjang acara.
Momen itu makin menggetarkan ketika lagu tentang doa ibu menggema di lokasi. Bagi Haji Her, restu orang tua adalah kunci dari setiap langkah usahanya, termasuk di dunia tata niaga tembakau yang sudah digelutinya bertahun-tahun.
“Ini simbol penghormatan. Semua yang saya capai hari ini, tidak lepas dari doa ibu,” tuturnya.
Selain itu, di tengah kekhawatiran petani soal harga dan penyerapan, Haji Her memberi angin segar.
“Insyaallah kalau kondisinya dan situasinya memungkinkan, kami akan membelinya sampai akhir musim,” tegasnya.
Ia juga menitipkan pesan penting untuk para petani tembakau di Pamekasan: jangan buru-buru panen.
“Saya mengimbau jangan terburu-buru untuk memanen agar nantinya menghasilkan tembakau yang berkualitas. Kualitas bagus, harga juga ikut bagus,” pesannya.
Pembukaan gudang ini diharapkan jadi solusi nyata bagi petani. Selain menyerap hasil panen, gudang ini juga memberi kepastian pasar agar petani tidak lagi cemas mau jual ke mana.
Dengan komitmen membeli sampai akhir dan fokus pada kualitas, diharapkan roda ekonomi tembakau Pamekasan bisa terus berputar dan menguntungkan semua pihak. (KB/Rosy)















