Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Tekan Lonjakan Harga, Gubernur Jatim Gandeng Pemkab Pamekasan Gelar Pasar Murah

Avatar
×

Tekan Lonjakan Harga, Gubernur Jatim Gandeng Pemkab Pamekasan Gelar Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa (kerudung putih), didampingi Bupati Pamekasan KH Kholilurraman, (peci hitam) saat Meninjau Pasar Murah, (Foto/Kurdi)

Pamekasan — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), juga Kepala Bulog Pamekasan, Ahmad Rofi’i, menyelenggarakan Pasar Murah di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7/2026).

Acara ini menjadi salah satu tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat.

Antusiasme masyarakat tampak sejak siang hari. Banyak warga berkerumun di lokasi dan bersedia berdiri dalam antrean untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan di pasar. Pengunjung yang hadir tidak hanya terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, tetapi juga orang tua, remaja, dan anak-anak.

Di samping menyediakan bahan pokok bersubsidi, pasar murah juga dimeriahkan oleh banyak stan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan berbagai produk lokal.

BACA JUGA :  Fakultas Syariah UIN Madura Serahkan 189 Mahasiswa KKN di Dua Kabupaten

Gubernur Khofifah menekankan bahwa pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pangan.

“Tujuan utama dari Pasar Murah ini adalah untuk menjamin ketersediaan dan harga komoditas pokok yang lebih murah dibandingkan pasar,” jelas Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa intervensi harga merupakan strategi penting untuk sejumlah komoditas yang selama ini berkontribusi besar terhadap inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula, cabai rawit, dan cabai merah.

Dalam acara tersebut, masyarakat bisa membeli beras premium seharga Rp14. 000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11. 000 per kilogram, minyak goreng Rp13. 000 per liter, gula pasir Rp14. 000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10. 000 per kilogram.

BACA JUGA :  Polres Pamekasan Targetkan Kampung Tangguh Bebas Narkoba 2026

Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya juga ditawarkan dengan harga terjangkau, seperti telur ayam Rp22. 000 per kemasan, daging ayam Rp30. 000 per kemasan, bawang putih Rp6. 000 per 250 gram, bawang merah Rp7. 000 per 250 gram, dan cabai Rp5. 000 per 200 gram.

Khofifah menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perubahan harga pangan di berbagai daerah. Jika terjadi peningkatan pada komoditas tertentu, pemerintah akan segera melakukan intervensi agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat.

“Melalui pasar murah ini, kami ingin memastikan distribusi kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, berjalan dengan baik. Kami selalu memperbaharui data di pasar. Ketika ada yang naik, kita langsung perbaiki sebagaimana mestinya untuk mengendalikan inflasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tonjolkan Kualitas, Katandur Farm Pamekasan Sediakan Ratusan Sapi Siap Kurban

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten, Bulog, BUMN, serta berbagai badan usaha dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kerjasama ini dianggap vital agar pasokan tetap aman, distribusi berjalan dengan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

“Kolaborasi adalah hal yang paling penting. Bersama-sama kita pastikan pasokan aman, distribusi efisien, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” tutup Khofifah.

Kehadiran pasar murah di Kecamatan Larangan diharapkan dapat berdampak langsung bagi masyarakat, terutama bagi kelompok dengan penghasilan rendah, sekaligus menjadi alat untuk pengendalian inflasi melalui penyediaan bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau. (Kb/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow