Scroll untuk melanjutkan membaca
Kesehatan

Kembangkan Layanan Hemodialisa, RSUD Smart Pamekasan akan Tambah 10 Unit Alat

Avatar
×

Kembangkan Layanan Hemodialisa, RSUD Smart Pamekasan akan Tambah 10 Unit Alat

Sebarkan artikel ini
Lalu-lalang Aktivitas di Halaman RSUD Smart Pamekasan, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo (Smart), Pamekasan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan gangguan ginjal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan layanan hemodialisa dengan penambahan alat medis.

Mewakili Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, Sp.P., Kepala Bagian Tata Usaha R. Moh. Ramadhian, S.Si., Apt., MM., menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit memiliki 9 unit alat hemodialisa dan akan ditambah 10 unit, sehingga total menjadi 19 unit.

“Penambahan ini tidak melalui pengadaan langsung oleh rumah sakit, melainkan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Dalam skema ini, pihak penyedia alat meminjamkan peralatan kepada rumah sakit,” ujarnya.

BACA JUGA :  Komisi II DPRD Pamekasan Dorong Percepatan Launching SIHT Jelang Panen Raya Tembakau

Ia menjelaskan, dalam mekanisme KSO tersebut, rumah sakit berkewajiban membeli bahan medis habis pakai (BMHP) dari pihak penyedia alat. Hal ini karena spesifikasi alat yang digunakan harus sesuai dengan produk dari pabrikan yang sama.

Adapun penyedia alat tersebut berasal dari distributor alat kesehatan, yakni PT Sinar Roda Emas, yang menyalurkan mesin hemodialisa bermerek Nipro.

“Dalam kerja sama ini, selain meminjamkan alat, pihak pabrikan juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan fasilitas, termasuk perluasan ruang layanan hemodialisa,” tambahnya.

Saat ini, pembangunan ruang layanan hemodialisa telah mencapai sekitar 85 persen. Beberapa fasilitas pendukung seperti instalasi listrik dan saluran limbah (IPAL) juga telah terpasang dan tengah dalam tahap uji coba.

BACA JUGA :  Usai Audiensi DPC GMNI, DPRD Janjikan Solusi BPJS dan Perluasan Cakupan

“Secara fisik bangunan sudah hampir selesai. Tinggal uji coba listrik dan sistem IPAL karena limbah cair harus dikelola dengan baik sesuai standar,” jelasnya.

Meski demikian, pihak rumah sakit masih menghadapi sejumlah kendala teknis sebelum layanan tersebut dapat dioperasikan sepenuhnya. Salah satunya adalah penyesuaian sistem air bersih yang menjadi kebutuhan utama dalam proses hemodialisa.

“Air yang digunakan bukan sekadar air biasa, melainkan harus melalui proses Reverse Osmosis (RO) dengan kapasitas yang lebih besar karena jumlah alat bertambah. Ini yang sedang kami sesuaikan agar tidak mengganggu pelayanan yang sudah berjalan,” terangnya.

Ia menambahkan, layanan hemodialisa di RSUD Smart Pamekasan berjalan hampir setiap hari, bahkan tetap beroperasi pada hari Minggu meski dengan satu shift pelayanan.

BACA JUGA :  Dokter RSUD Smart Sebut Puasa Bantu Jaga Kesehatan dan Kurangi Risiko Penyakit

Dari sisi sumber daya manusia, saat ini terdapat dua dokter spesialis yang menangani layanan hemodialisa. Selain itu, sejumlah perawat juga telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk mendukung pengoperasian alat tambahan tersebut.

“Secara SDM, kami sudah menyesuaikan dengan kebutuhan pelayanan. Perawat juga sudah kami latih sesuai standar rasio pelayanan,” ujarnya.

Dengan pengembangan ini, diharapkan pelayanan pasien hemodialisa dapat lebih optimal dan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah, seperti ke Surabaya.

“Pasien hemodialisa ini membutuhkan layanan seumur hidup, dengan jadwal rutin dua hingga tiga kali dalam seminggu. Karena itu, peningkatan kapasitas layanan menjadi sangat penting,” pungkasnya. (KB)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow