Pamekasan – Total ada 37 siswa salah satu sekolah di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menjadi korban keracunan program makan bergizi gratis (MBG), Selasa (9/9/25). Bahkan, tiga diantaranya harus dirawat intensif.
Peristiwa tersebut menyita perhatian banyak pihak, tak terkecuali Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ali Masykur, yang turun langsung mengecek kondisi siswa di Puskesmas Tlanakan.
Didampingi Kepala Puskesmas (Kapus) Tlankan dr. Henny Setyowati, Ali Masykur melihat penanganan siswa yang terbaring lemas di ruang inap.
Dikatakan Ali Masykur, menurut keterangan yang diperoleh dari Kapus Tlanakan, para siswa dipastikan mendapatkan perawatan maksimal.
Bahkan, dari 37 siswa yang sempat dirawat sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Hanya ada tiga siswa yang mengalami keracunan cukup parah sehingga masih dirawat di Puskesmas Tlanakan.
“Alhamdulillah kebanyakan siswa hanya mencicipi. Tapi ada tiga yang cukup parah karena sampai menghabiskan makanan,” terang Ali Masykur, Rabu (10/9/25).
Politisi PPP itu mengatakan kejadian ini tidak boleh terulang kembali, dan menjadi pembelajaran bagi dapur-dapur penyedia MBG yang lain.
Ia menghimbau agar dapur lebih berhati-hati dan melibatkan ahli gizi dalam proses penyajian MBG ini.
Apalagi menurut pengakuan pemilik dapur, peristiwa keracunan massal terjadi akibat kelalaian yang dilakukan oleh pemilik dapur itu sendiri.
Sebab, nasi yang masih panas tidak didinginkan terlebih dahulu, malah langsung dibuat nasi goreng.
“Kalau nasi yang masih panas kemudian langsung dimasak nasi goreng ini berbahaya, kejadian ini jelas kelalaian pemilik dapur,” tegasnya.
Ali Maskur menegaskan akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam penyajian menu MBG, seperti ahli gizi, pemilik dapur dan dinas terkait, serta akan mengevaluasi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kedepannya kami meminta kepada pemilik dapur agar lebih hati-hati dalam memberikan MBG, karena kejadian ini benar-benar ada kelalaian dari pemilik dapur dan ahli gizi,” pungkasnya. (hendra/rosyi)


















