Scroll untuk melanjutkan membaca
Opini

Merajut Peradaban dengan Pancasila

Avatar
×

Merajut Peradaban dengan Pancasila

Sebarkan artikel ini
Maya Amelia, Mahasiswa HES STAIFA Pamekasan & Sekjend LPM SURGA STAIFA Pamekasan, (Foto/Dok.Terukur.id)

Tanggal 01 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya pancasila. Di hari itu, ideologi bangsa, menjadi pusaka. Ketika diamati, kegiatan peringatan cukup beragam, tidak terkecuali kalangan mahasiswa.

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi, mereka memperingati dengan kegiatan seminar nasional, talk show, bahkan melakukan sesuatu yang sederhana dengan mengunggah pamflet di media sosial.

Pancasila, ideologi bangsa Indonesia yang menyimpan makna filosofi dari setiap lambang yang ada dalam pancasila, Pancasila bagi mahasiswa adalah ruh dalam berbangsa dan bernegara menjadi pijakan dalam segala diskusi yang berhasil disimpulkan.

Mahasiswa sebagai agent of change juga sebagai generasi intelektual mempunyai tanggung jawab besar untuk menghidupkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Makna pancasila bagi mahasiswa

Pancasila merupakan kompas bagi mahasiswa untuk menjadi agent of Change sehingga mendapatkan arah yang jelas, agar tetap berpijak pada keadilan, kemanusiaan, dan persatuan.

Dalam hal ini, mahasiswa tidak sekadar menghafal sila dari Pancasila, melainkan lebih dalam mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.

BACA JUGA :  Ada Elit Politik yang Jadi Beking Perkara Rokok Ilegal di Madura

Ketuhanan Yang Maha Esa: mengingatkan bahwa ilmu dan teknologi harus berpadu dengan moralitas, juga nilai-nilai keagamaan.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: menegaskan pentingnya empati dalam gerakan sosial, serta tidak mengenyampingkan adat ketimuran.

Persatuan Indonesia: menolak sikap eksklusif dan sektarian. Keberagaman seharusnya menjadi nilai-nilai yang menguatkan kita sebagai anak bangsa yang lahir di satu tanah air, yakni tanah air Indonesia.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan perwakilan: mengajarkan demokrasi yang bijak, bukan sekadar suara mayoritas. Mempercayai bahwa ketauan dan kedaulatan terletak pada rakyatnya.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: menuntut mahasiswa memperjuangkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang merata.

Melalui internalisasi nilai-nilai tersebut, Pancasila menjadi benteng berfikir mahasiswa di era globalisasi dan digitalisasi, sekaligus memastikan bahwa intelektualitas yang mereka miliki selalu beriringan dengan moral dan kecintaan pada Tanah Air.

Pentingnya pancasila di era global

Globalisasi merupakan peristiwa yang manjadi peluang atau ancaman, mahasiswa yg hidup di zaman modern serba canggih, pancasila hadir sebagai filter dalam modernisasi saat ini, pancasila menjadi filter bagi mahasiswa untuk tetap mempertahankan identitas bangsa, misalnya dalam berinteraksi dalam media sosia, mahasiswa bisa menjadikan pancasila sebagai pedoman etika: menyebarkan informasi yang benar, menghindari ujaran kebencian, rasisme, bullying dan membangun ruang diskusi yang sehat.

BACA JUGA :  Cara Cek Status Kelulusan KIP Kuliah 2025 dan Jadwal Pencairan Terbaru

Pancasila sebagai etika akademik

Dalam kehidupan di kampus, Nilai-nilai pancasila dapat diimplementasikan sebagai pedoman moral bagi mahasiswa, pancasila mengajar kan dan menuntut mahasiswa tidak hanya pintar dalam intelektual tapi juga berintegritas dalam proses pembelajaran, penelitian, dan interaksi sosial.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Merajut peradaban dengan Pancasila tidak harus selalu dalam bentuk besar. Hal-hal kecil bisa menjadi wujud nyata: Menghargai perbedaan teman sekelas. Menjaga kebersihan lingkungan kampus. Membantu teman yang kesulitan belajar. Menggunakan bahasa yang santun di media sosial maupun dalam berinteraksi.

Langkah sederhana ini adalah benang kecil yang merajut kain besar bernama peradaban. Meski arus globalisasi tak bisa dibendung, setidaknya mahasiswa masih bisa membentengi diri dengan melakukan kegiatan dengan berpatokan pada nilai Pancasila.

BACA JUGA :  Manfaat PPPK Paruh Waktu: Gaji, Status, dan Peluang Karir

Pancasila solusi dari tantangan saat ini

Saat ini, tidak sedikit tantangan yang dihadapi mahasiswa seperti pragmatisme, apatisme, dan budaya asing. Di sini Pancasila berfungsi sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tiket kerja, melainkan jembatan untuk membangun bangsa. Mahasiswa harus berani melawan arus pragmatisme dengan idealisme yang berporos pada Pancasila.

Merajut peradaban dengan Pancasila adalah tugas panjang yang tidak selesai dalam satu generasi. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan.

Jika mereka mampu menanamkan nilai Pancasila dalam diri, maka bangsa ini akan memiliki fondasi kokoh untuk menghadapi segala tantangan zaman. Pancasila bukan sekadar ideologi, melainkan jalan hidup yang harus terus dihidupkan.

 

Oleh : Maya Amelia, Mahasiswa HES STAIFA Pamekasan & Sekjend LPM SURGA STAIFA Pamekasan.
IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow