Scroll untuk melanjutkan membaca
Sosial

Bertahun-tahun Berkiprah, Begini Pesan Bang Ali Zainal Abidin Sebelum Yayasan BIP Ditutup

Avatar
×

Bertahun-tahun Berkiprah, Begini Pesan Bang Ali Zainal Abidin Sebelum Yayasan BIP Ditutup

Sebarkan artikel ini
Pendiri Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), H. Ali Zainal Abidin, Saat Bertemu degan Relawan se Madura, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Suasana Ballroom Hotel Odaita, Pamekasan, Selasa malam (14/07), terasa berbeda. Di hadapan ratusan Relawan BANI Insan Peduli (BIP) se-Madura, pendiri yayasan, H. Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali, menyampaikan pesan yang belakangan dipahami sebagai amanat terakhir sebelum Yayasan BANI Insan Peduli resmi dibubarkan sehari kemudian.

Dalam silaturahmi yang awalnya berlangsung hangat itu, Bang Ali tidak banyak berbicara tentang organisasi. Sebaliknya, ia memilih menyampaikan tiga ayat Al-Qur’an yang seluruhnya mengandung pesan tentang persatuan, dakwah kebaikan, dan keikhlasan dalam beramal.

Pesan pertama yang disampaikan adalah firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 103, yang mengajak seluruh umat untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai.

Bagi Bang Ali, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun ujian yang dihadapi sebuah organisasi, persaudaraan dan semangat kebersamaan tidak boleh luntur. Menurutnya, gerakan sosial hanya akan bernilai jika dibangun di atas keikhlasan, persatuan, dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

BACA JUGA :  Melalui FGD, PBA UIN Madura Sukses Review Kurikulum Bersama Rosihan Aslihuddin

Ia kemudian melanjutkan dengan QS. Ali Imran ayat 104 yang menyerukan agar selalu ada segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari kemungkaran.

Melalui ayat itu, Bang Ali menegaskan bahwa misi kemanusiaan tidak pernah berhenti hanya karena sebuah lembaga berakhir. Menebar manfaat kepada masyarakat, membantu kaum dhuafa, dan menyantuni anak yatim harus tetap menjadi panggilan hidup setiap relawan.

“Selama masih ada orang yang membutuhkan pertolongan, selama masih ada anak yatim yang harus dijaga senyumnya, maka tugas kita adalah terus menebarkan kebaikan. Jangan pernah berhenti hanya karena sebuah nama organisasi sudah tidak ada,” pesannya di hadapan para relawan.

BACA JUGA :  Hidupkan Kembali Festival Kesenian, Bupati Pamekasan Lepas Festival Daul se-Madura 2025

Sehari setelah pertemuan tersebut, Yayasan BANI Insan Peduli resmi dibubarkan berdasarkan hasil musyawarah bersama jajaran pengurus pusat. Meski demikian, Bang Ali menegaskan bahwa berakhirnya yayasan bukan berarti berakhir pula perjuangan kemanusiaan.

“Sudah tidak ada lagi nama BANI Insan Peduli. Biarlah cukup nama BANI Insan Peduli terukir di hati para dhuafa, anak yatim, dan semua yang pernah merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bang Ali membacakan QS. Al-Baqarah ayat 274 tentang keutamaan bersedekah secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Ayat tersebut menjadi penunjuk arah baru bagi para relawan agar tetap berbuat baik dengan penuh keikhlasan, meski tanpa sorotan publik.

Selama hampir tiga tahun, BANI Insan Peduli dikenal melalui berbagai aksi sosial seperti layanan ambulans gratis, santunan kepada anak yatim, hingga beragam program kemanusiaan lainnya. Kini, meski nama yayasan telah berakhir, Bang Ali mengajak seluruh relawan untuk melanjutkan perjuangan dengan cara yang lebih sunyi, menjadikan setiap amal sebagai bentuk pengabdian yang hanya ditujukan kepada Allah SWT.

BACA JUGA :  6.000 Buruh Pabrik Rokok Belum Terima BLT DBHCHT, Kadinsos : Masih Proses

“Organisasi boleh selesai, tetapi kebaikan tidak boleh berhenti. Teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan, karena yang akan dikenang bukan nama lembaganya, melainkan manfaat yang kita tinggalkan bagi sesama,” tutup Bang Ali.

Bagi para relawan yang hadir malam itu, tiga ayat yang disampaikan Bang Ali bukan sekadar rangkaian dalil, melainkan wasiat agar semangat fastabiqul khairat tetap hidup. Sebab pada akhirnya, nama sebuah organisasi bisa berakhir, tetapi nilai kemanusiaan dan keikhlasan dalam menebar manfaat akan terus menjadi warisan yang mengalir sepanjang waktu. (KB)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow