Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Diskop UKM dan Naker Anggarkan 226 Juta Rupiah untuk Pelatihan Kerja Kompetensi

Avatar
×

Diskop UKM dan Naker Anggarkan 226 Juta Rupiah untuk Pelatihan Kerja Kompetensi

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Tahun Sebelumnya: Pelatihan Las yang Dilaksanakan Diskop UKM dan Naker Pamekasan, (Foto/Dok. Terukur)

Pamekasan – Dinas Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Pamekasan menganggarkan Rp 226 juta untuk lima jenis pelatihan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Kegiatan Pelatihan Kerja Kompetensi ini akan dilaksanakan pada bulan Juli 2026.

Lima jenis pelatihan tadi diantaranya : desain grafis, tata rias, pembuatan kue dan roti, serta teknik pengelasan (las). Kegiatan ini akan terpusat di Aula Pelatihan Kantor Diskop UKM dan Naker Pamekasan.

BACA JUGA :  103 Perahu Nelayan di Pamekasan Belum Berizin, Abdul Fata Jelaskan Sebabnya

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Ika Yulia Rakhmawati mengatakan bahwa peserta pelatihan ini terbuka untuk masyarakat umum, terutama warga yang masih berusia produktif dengan batas usia di bawah 40 tahun.

“Jika ada pendaftar dari luar daerah pun tetap bisa ikut, asalkan yang bersangkutan memiliki domisili atau menetap di Pamekasan. Namu, peserta dari Pamekasan tetap menjadi prioritas untuk mengikuti pelatihan ini,” jelasnya, (23/5/2026).

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Infrastruktur, Bupati Pamekasan Pertegas Komitmen Empat Pembangunan Prioritas

Ika mengatakan, dari lima jenis pelatihan tadi, biasanya komposisi pendaftar bervariasi. Para pendaftar akan menyesuaikan dengan jenis kejuaran yang dibuka.

“Untuk tata rias serta pembuatan kue lebih banyak diminati perempuan, sedangkan pelatihan las biasanya didominasi oleh kaum laki-laki,” tambahnya.

BACA JUGA :  Langgar Aturan, ASN Pamekasan Dapat Sanksi Penurunan Jabatan hingga Pemecatan

Kegiatan ini kata Ika, bekerja sama dengan para pelatih profesional yang sengaja didatangkan dari luar daerah dan sudah memiliki sertifikat resmi, termasuk bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep. Hal itu dilakukan sebagai upaya penunjang mutu kelulusan peserta.

Dirinya berharap dengan pelatihan ini peserta bisa memiliki usaha atau bisa diserap didunia kerja. Sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Pamekasan. (Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow