Pamekasan – Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (Prodi HKI) Universitas Islam Madura (UIM), Khairul Anam, berbagi tips perjuangan dirinya hingga karya yang ditulis masuk dalam Jurnal Sinta 2.
Khairul Anam menceritakan, selain subtansi penelitian, penyesuaian standar penulisan ilmiah wajib diperhatikan untuk lolos jurnal bereputasi Sinta 2.
Saat ini dirinya telah berhasil mengembangkan hasil penelitian yang mengulas seputar meningkatnya angka perceraian gugat di Pengadilan Agama, hingga belum konsistennya putusan hakim dalam mencantumkan hak-hak finansial perempuan dan anak pasca perceraian.
Anam mengatakan, semula penelitian tersebut disusun untuk memenuhi tugas akademik di UIM Pamekasan. Namun kemudian, ia mengembangkan hasil penelitiannya menjadi artikel yang diakui oleh Sinta 2
“Motivasi saya untuk berjuang menembus jurnal itu sangat sederhana, saya hanya ingin membuktikan bahwa mahasiswa daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya, Minggu (12/4/2026).
Anam menjelaskan, untuk lolos Jurnal Sinta 2, dirinya harus empat kali melakukan revisi terhadap karya penelitian yang dikembangkannya.
Penelitian tersebut, ia akui harus sesuai dengan kriteria di jurnal terkait sehingga diakui dan layak diterbitkan.
Karena itu, Anam menyebut tantangan terbesar dalam proses itu terletak pada penggunaan bahasa akademik, konsisten argumentasi, hingga penguatan analisis teoritis yang sesuai dengan standar jurnal.
“Ditambah lagi harus memahami komentar reviewer yang cukup kritis. Hal itu, menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Anam menegaskan, bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran dosen pembimbingnya, Jamiliya Susanti, M.H.I.
Menurutnya, peran dosen pembimbing yang secara intensif memberikan arahan metodologi, dan kerangka penelitian, hingga dirinya mampu mengembangkan penelitiannya secara baik.
Ia berharap, budaya riset dan publikasi ilmiah yang dilakukannya mampu memotivasi mahasiswa lain, serta semakin berkembang.
Dengan demikian, Anam menilai nantinya mahasiswa tidak hanya fokus pada menyelesaikan studinya, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, dan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.
“Jangan takut mencoba, mulailah dari penelitian yang sedang di kerjakan, lalu di kembangkan. Dalam proses itu, yang terpenting adalah konsistensi, terbuka terhadap kritik dan terus belajar,” tukasnya. (farid/rosy)
























