Yogyakarta – Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, berhasil menyelesaikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama 10 hari, terhitung sejak 5-15 September 2025, di Lingkar Studi al-Qur’an (LSQ) Yogyakarta.
15 mahasiswa itu terdiri dari 12 mahasiswa Program Studi Ilmu al-Qur’an dan 3 mahasiswa Program Studi Tafsir dan Ilmu Hadis.
Mengusung tema “Menyemai Spirit Qur’ani dalam Tradisi Akademik”, program ini membekali peserta dengan keterampilan menulis artikel ilmiah yang relevan dengan kajian Al-Qur’an dan Hadis.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag selaku Pimpinan LSQ. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian.
Bahkan, sambutannya menjadi pemantik semangat intelektual peserta untuk menjalani proses pembelajaran yang padat dan bermakna.
Ketua Prodi (Kaprodi) Ilmu al-Qur’an Dr. Delta Yaumin Nahri, M.Th.I menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Madura yang berhalangan hadir karena ada keperluan penting yang tidak dapat ditinggalkan.
Pihaknya juga sangat mengapresiasi dedikasi para mentor LSQ Yogyakarta yang telah membimbing mahasiswa UIN Madura dengan penuh kesungguhan.
“Dalam waktu singkat, mereka mampu menyelesaikan karya ilmiah yang menunjukkan kedalaman berpikir dan semangat akademik yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran berjalan efektif dan bermakna,” ungkapnya, Jum’at (26/9/25).
Dikatakan, selama sepuluh hari, peserta mengikuti berbagai materi strategis seperti struktur logika penulisan artikel, anatomi paragraf, tren kajian tafsir kontemporer, metodologi tafsir maqashidi, hingga penerapan hermeneutika dalam studi Qur’an.
Narasumber seperti Habib Izuddin, Asrori Satria Aji Pamungkas, Dr. Phil. Fadhli Lukman, dan lainnya hadir dengan pendekatan sistematis dan reflektif, memperkaya wawasan peserta secara mendalam.
Tak hanya teori, peserta juga dibekali keterampilan teknis seperti manajemen sitasi otomatis dan strategi pencarian referensi akademik.
Sesi mentoring kelompok yang berlangsung setiap hari menjadi ruang eksplorasi gagasan, revisi tulisan, dan pembimbingan intensif yang sangat berharga.
Puncak kegiatan ditandai dengan presentasi hasil tulisan ilmiah di hadapan mentor dan rekan sejawat.
Sesi ini menjadi ajang evaluasi dan apresiasi, memastikan setiap artikel mencapai standar akademik yang matang dan bernas. Kegiatan PPL juga diselingi dengan kunjungan edukatif ke Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga serta sesi spiritual seperti tahlil dan dibaan, yang memperkuat ikatan emosional dan kebersamaan.
Program ditutup dengan sowan pamitan kepada pengasuh LSQ dan refleksi bersama yang penuh kehangatan.
Para peserta pulang dengan membawa bekal akademik dan spiritual yang mendalam—bukan sekadar pengalaman, tetapi ikhtiar nyata dalam membangun generasi Qur’ani yang berdaya saing, berintegritas, dan siap berkontribusi di ranah akademik maupun sosial.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan membawa manfaat yang lebih luas bagi pengembangan keilmuan Qur’ani,” harapnya. (adim/rosyi)


















