Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Komitmen Perjuangkan Layanan Kesehatan, Wabup Pamekasan Ajukan Penambahan Kuota BPJS ke Pemerintah Pusat

Avatar
×

Komitmen Perjuangkan Layanan Kesehatan, Wabup Pamekasan Ajukan Penambahan Kuota BPJS ke Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
KOMITMEN: Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto didampingi Anggota DPRD Pamekasan Rasyid Fansori saat bertemu dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, untuk membahas langkah strategis Pemkab Pamekasan dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.

Pamekasan – Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto terus konsisten mengupayakan  akses layanan kesehatan bagi warganya lebih baik ke depan, termasuk layanan kesehatan penanganan penyakit jantung yang dinilai sangat krusial.

Didampingi Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rosyid Fansori, Kak Sukri (sapaan karib Sukriyanto) menyampaikan dua poin utama terkait kebutuhan daerah ke pemerintah pusat.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dua poin yang disampaikan dalam pertemuannya dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, yakni optimalisasi layanan Cathlab di RSUD Smart Pamekasan dan penambahan kuota peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Infrastruktur, Bupati Pamekasan Pertegas Komitmen Empat Pembangunan Prioritas

Langkah tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat dengan tanpa kendala biaya.

Ia menyebut bahwa hingga saat ini fasilitas Cathlab di RSUD Smart sudah tersedia, namun belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh peserta BPJS Kesehatan.

“Kami ingin agar layanan Cathlab ini bisa dicover BPJS, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah seperti Surabaya hanya untuk pemasangan ring jantung,”ungkapnya, Selasa (7/4/2026).

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman Resmikan Perpustakaan M. Tabrani

Keterbatasan akses tersebut, lanjut Sukriyanto menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Padahal, keberadaan layanan Cathlab itu dinilai  sangat penting dalam proses penanganan penyakit yang diderita masyarakat.

Kak Sukri menjelaskan, usulan kerja sama RSUD Smart dan BPJS Kesehatan sebenarnya sudah dilayangkan sejak 9 April 2024 lalu.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Pamekasan Kompak Sambangi Korban Bencana Alam

Namun, dari usulan itu hingga kini belum ada kejelasan dari pihak pusat, sehingga pihaknya kembali mendorong agar proses tersebut segera ditindaklanjuti.

Selain usulan Cathlab, pihaknya juga mengusulkan adanya penambahan kuota peserta BPJS Kesehatan yang dianggap penting dalam memperluas jangkauan perlindungan kesehatan yang di biayai pemerintah pusat, sehingga mengurangi beban pembiayaan pemerintah daerah.

“Kami berharap jumlah penerima manfaat BPJS kesehatan yang dibiayai pemerintah pusat bisa ditambah,” harapnya. (farid/rosy)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow