Pamekasan – Polemik Sekolah Menengah Kejurangan (SMK) Kesehatan Nusantara nampaknya memasuki babak baru. Setelah melapor ke pihak berwajib, pihak sekolah juga meminta bantuan DPRD Pamekasan.
Surat oengaudan terhadap wakil rakyat itu dikatakan telah dikirim. Langkah tersebut diambil agar aktivitas belajar di sekolah yang disegel oleh ahli waris segera normal kembali.
Kepala sekolah SMK Kesehatan Nusantara Ahmad Mahfud Mengatakan, upaya itu ia lakukan murni agar siswa bisa segera sekolah lagi. Sebab sudah hampir satu pekan siswa tidak bisa melakukan proses belajar mengajar tatap muka di Sekolah.
“Kasihan mereka sudah seminggu tidak bisa belajar di sekolah,” katanya, (18/5/2026).
Mahfud berharap persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berlanjut di jalur hukum.
“Jika yang bersangkutan membuka gemboknya maka saya juga siap mencabut laporan di Polres Pamekasan,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Saedy Romli membenarkan adanya surat pengaduan yang ada di meja dewan.
DPR segera menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, sebagai upaya mencari solusi terbaik.
“Pemanggilan Insyaallah dalam waktu dekat ini, agar segera selesai juga dan menemukan titik temu,” terangnya.
Persoalan itu kata dia tidak beloh dibiarkan berlarut-larut. Sebab akan berdampak negatif terhadap siswa.
Hingga saat ini, DPRD sedang melakukan koordinasi internal sebelum memanggil kedua belah pihak. (Rosy)



























