Pamekasan – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, menerima penghargaan Madura Islamic University (MIU) Excellence Transformation dari Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) pada gelaran AJP Awards 2025, Selasa (9/12/2025) malam.
Penghargaan yang digelar dua tahunan itu diberikan sebagai apresiasi atas transformasi kelembagaan dan kontribusi UIN Madura dalam peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Madura.
Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, menyampaikan bahwa MIU Excellence Transformation menjadi simbol penguatan identitas baru kampus sebagai perguruan tinggi yang bertaraf internasional.
“Tahun 2026 kita akan melakukan percepatan-percepatan akreditasi dan rekognisi internasional. UIN Madura membawa semangat membangun Madura agar terjadi perubahan peradaban yang lebih spiritual, lebih maju, dan lebih baik,” ujarnya.
Saiful menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi akan diwujudkan melalui pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Madura, termasuk prodi yang berfokus pada eko sosio maritim.
Ia menyebut penghargaan yang diterima UIN Madura dipersembahkan bagi seluruh pihak yang berperan aktif dalam sejarah kampus UIN Madura, mulai dari status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, hingga menjadi UIN Madura di tahun 2025.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh pelaku sejarah berdirinya IAIN Madura hingga menjadi UIN Madura tahun ini. Juga kepada seluruh civitas akademika serta panutan saya yaitu orang tua saya yang beberapa hari lalu dipanggil oleh Allah SWT,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Saiful menyampaikan terima kasih kepada AJP atas apresiasi yang diberikan.
Menurutnya, penghargaan tersebut ikut menguatkan peran UIN Madura sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Terima kasih kepada AJP yang telah menerbangkan nama UIN Madura sebagai bagian dari pembangunan Madura. Semoga seluruh partner, kolega, dan pemerintah kabupaten di Madura terus bersama kami menjadikan perguruan tinggi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















