Pamekasan – Serapan tembakau oleh gudang-gudang di Pamekasan melesat. Dalam dua pekan terakhir, serapan naik hampir dua kali lipat, dari 29 persen menjadi mendekati 50 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Muharram, menyebut lonjakan ini menandakan aktivitas pembelian berjalan sangat baik.
“Penyerapan saat ini sudah mendekati 50 persen. Sebelumnya, dua pekan lalu baru sekitar 29 persen,” kata Muharram, Jumat, (11/09/2026).
Pemkab Pamekasan awalnya menargetkan kuota 30.000 ton tahun ini. Namun dengan tren saat ini, realisasi diprediksi bisa melampaui target.
Faktor pemicunya, tembakau dari daerah tetangga seperti Sampang dan Sumenep ikut masuk dan dipasarkan ke gudang-gudang di Pamekasan.
Saat ini puluhan gudang masih aktif membeli dengan kuota 100 hingga 200 ton per gudang, tergantung kapasitas penyimpanan.
Di sisi harga, petani masih untung besar. Transaksi di lapangan terpantau normal dan kondusif.
– Tembakau Gunung: Rp75.000 – Rp79.000 /kg
– Tembakau Tegal: Rp63.000 – Rp65.000 /kg
– Tembakau Sawah: Rp50.000 – Rp62.000 /kg
Muharram menegaskan, tembakau gunung memiliki standar paling ketat.
“Untuk tembakau gunung tidak bisa dicampur dengan kualitas lain. Termasuk bagian pucuk atau tot, meskipun warnanya bagus, belum tentu diterima,” jelasnya.
Untuk mencegah percaloan dan permainan harga, Disperindag tidak main-main. Tim pembinaan dan pengawasan diturunkan rutin setiap hari ke gudang-gudang.
Langkah ini untuk memastikan tata niaga aman, transparan, dan harga tetap layak bagi petani hingga akhir musim panen.
Pemkab berharap tren positif ini terus terjaga, sehingga petani benar-benar menikmati hasil panen tahun ini. (KB/Rosy)



























