Scroll untuk melanjutkan membaca
Artikel

Waspadai Kandungan Merkuri pada Ikan: Ini Daftar Seafood yang Sebaiknya Dibatasi

Avatar
×

Waspadai Kandungan Merkuri pada Ikan: Ini Daftar Seafood yang Sebaiknya Dibatasi

Sebarkan artikel ini

Ikan dikenal luas sebagai sumber protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak. Namun, tidak semua ikan aman dikonsumsi dalam jumlah besar.

Beberapa jenis ikan dan seafood judtru mengandung merkuri, yakni zat beracun yang berisiko bagi kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Merkuri berasal dari pencemaran lingkungan, baik melalui proses alami maupun aktivitas manusia seperti pembakaran batu bara dan limbah industri.

Zat ini masuk ke perairan laut dan sungai, lalu berubah menjadi metilmerkuri, bentuk merkuri yang paling mudah diserap oleh organisme hidup.

Di dalam ekosistem perairan, metilmerkuri diserap oleh plankton dan ikan kecil. Ikan-ikan tersebut kemudian dimakan oleh ikan yang lebih besar.

Proses ini disebut bioakumulasi, di mana kadar merkuri akan semakin tinggi pada ikan yang berukuran besar, berumur panjang, dan berada di puncak rantai makanan.

BACA JUGA :  Bansos PKH BPNT Oktober 2025 Cair? Begini Cara Cek Status Penerima Online

Penting diketahui, merkuri tidak dapat dihilangkan dengan cara dimasak, baik direbus, digoreng, maupun dibakar.

Karena itu, memilih jenis ikan yang tepat menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko paparan merkuri.

Daftar Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi

Berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, berikut beberapa jenis ikan dan seafood yang diketahui memiliki kadar merkuri tinggi hingga sedang:

1. Ikan Tilefish (Jabad)

Tilefish termasuk ikan dengan kandungan merkuri tertinggi. Umurnya yang panjang membuat zat beracun lebih banyak terakumulasi di dalam tubuhnya.

2. Ikan Todak (Swordfish)

Ikan todak sering disajikan sebagai steak karena tekstur dagingnya yang tebal dan lembut. Namun, sebagai predator besar, ikan ini mengandung merkuri dalam jumlah tinggi.

BACA JUGA :  Siap-siap, 4 Bansos Bakal Cair di Bulan Oktober

3. Ikan Hiu

Meski dilindungi di beberapa wilayah, daging hiu masih dikonsumsi di sejumlah budaya. Sayangnya, ikan ini termasuk berisiko tinggi karena kadar merkuri yang signifikan.

4. King Mackerel

Berbeda dengan makarel kalengan, king mackerel berukuran jauh lebih besar. Ikan ini populer di kalangan pemancing, tetapi tidak dianjurkan untuk konsumsi rutin.

5. Big Eye Tuna (Tuna Mata Besar)

Jenis tuna ini memiliki ukuran besar dan hidup di laut dalam. Kandungan merkurinya lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis tuna lainnya.

6. Orange Roughy

Ikan laut dalam ini dapat hidup hingga lebih dari 100 tahun. Umur panjang tersebut menjadi faktor utama tingginya kandungan merkuri.

7. Ikan Marlin

Marlin memiliki daging lembut dengan cita rasa khas laut. Namun, ikan predator ini juga mengandung merkuri yang cukup tinggi.

BACA JUGA :  NIK Ganda Bikin Gagal Masuk DTKS 2025? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

8. Ikan Tuna Albacore

Beberapa jenis tuna, terutama albacore, mengandung merkuri lebih tinggi dibandingkan tuna sirip kecil atau skipjack.

9. Barramundi (Bass)

Barramundi termasuk ikan dengan kadar merkuri sedang. Konsumsinya masih diperbolehkan, tetapi sebaiknya tidak berlebihan.

10. Lobster

Meski digemari banyak orang, lobster juga mengandung merkuri dalam  ingkat sedang sehingga perlu dikonsumsi dengan bijak.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Perlu diketahui, paparan merkuri ini sangat berbahaya utamanya bagi ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak-anak, dan orang yang sering mengonsumsi ikan laut besar.

Merkuri dapat memengaruhi sistem saraf, perkembangan otak janin, serta fungsi kognitif jika terpapar dalam jangka panjang. (adim/rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow