Pamekasan – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pamekasan tidak hanya diisi dengan istighosah dan apel, tapi juga aksi nyata peduli kesehatan santri.
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pamekasan menggelar edukasi kesehatan bagi santri putra dan putri di Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan, Jumat (19/9/2026).
Kegiatannya dikemas terpisah namun saling melengkapi. Santri putra dibekali materi “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” yang disampaikan langsung oleh K. Muhammad Nur.
Sementara santri putri mendapatkan edukasi khusus tentang “Menstruasi dan Keputihan” yang dipaparkan oleh Nyai Dwi Intan Pakuwita. Materi yang selama ini dianggap tabu, justru dibahas terbuka dan edukatif di dalam pesantren.
Tujuannya satu: meningkatkan pemahaman santri tentang kesehatan diri dan mendorong penerapan perilaku hidup sehat dalam keseharian di lingkungan pesantren yang padat dan komunal.
Perwakilan LKNU bidang pengabdian masyarakat, Edy Suryadi Amin, menegaskan bahwa santri harus sehat fisik sebelum kuat dalam ilmu.
“Santri adalah aset masa depan NU dan bangsa. Kalau santri sehat, pesantren akan kuat. Edukasi PHBS dan kesehatan reproduksi ini adalah ikhtiar dasar agar santri tidak hanya paham agama, tapi juga paham cara menjaga dirinya,” ujar Edy.
Menurutnya, lingkungan pesantren yang dihuni ratusan santri sangat rentan terhadap masalah kebersihan dan kesehatan. Karena itu, edukasi seperti ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni Hari Santri.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari pengasuh dan ratusan santri. Mereka aktif bertanya, terutama sesi santri putri yang banyak membuka wawasan tentang mitos dan fakta seputar menstruasi dan keputihan.
Melalui rangkaian HSN 2026 ini, LKNU dan Fatayat NU Pamekasan ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya tempat mengkaji kitab kuning, tetapi juga menjadi pusat lahirnya santri yang sehat, bersih, dan berdaya. (*/Rosy)



























