Scroll untuk melanjutkan membaca
Sosial

Rantai Kebaikan dari Balik Jeruji: Telur Ayam Warga Binaan Lapas Pamekasan untuk Anak Yatim

Avatar
×

Rantai Kebaikan dari Balik Jeruji: Telur Ayam Warga Binaan Lapas Pamekasan untuk Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Ali Zainal Abidin, (pakai batik dan kacamata hitam) Bersama Jajaran Lapas Kelas IIA Pamekasan Usai MoU, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Ada cerita baik dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan. Dari kandang ayam petelur yang dikelola warga binaan, setiap hari dipanen ratusan butir telur. Hasilnya, tidak dijual semua, melainkan akan dibagikan gratis untuk anak yatim dan kaum duafa.

Komitmen itu ditegaskan Founder BASHRA / BANI Insan Peduli, Ali Zainal Abidin atau akrab disapa Bang Ali.

“Bagian yang didapatkan oleh BANI Insan Peduli 100 persen akan kami gratiskan dan bagikan kepada kaum duafa serta anak-anak yatim di Pamekasan,” tegas Bang Ali, Selasa (15/09/2026).

BACA JUGA :  Produksi Video LGBT, Warga Blumbungan Diringkus Polres Pamekasan

Komitmen tersebut disampaikan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lapas Kelas IIA Pamekasan dengan sejumlah pihak di Mandhapa Raden Dhaksena, Lapas Pamekasan, pukul 09.00 WIB.

Bagi Bang Ali, MoU tidak boleh hanya menjadi dokumen. Akan tetapi benar-benar menjadi aksi nyata penuh kebermanfaatan.

“MoU di depan ini sebenarnya formalitas jika tidak ditanamkan di hati kita tentang pentingnya asas manfaat. Seberapa sering kita tanda tangan, kalau tidak diresapi, akan sia-sia,” ujarnya.

Karena itu, ia memastikan kerja sama ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Akibat Terlilit Tali Jaring, Seorang Nelayan di Pamekasan Kehilangan Nyawa

Saat ini, budidaya ayam petelur yang dikelola warga binaan telah menghasilkan sekitar 950 butir telur per hari. Jumlah ini diproyeksikan naik menjadi 1.300 hingga 2.000 butir per hari saat memasuki puncak produksi.

Potensi besar ini yang ingin diubah menjadi gerakan sosial.

Program ini menghadirkan dua manfaat dalam satu waktu:

1. Untuk Warga Binaan: Mendapat keterampilan beternak, belajar mengelola usaha, sebagai bekal setelah bebas nanti.

2. Untuk Masyarakat: Hasil panen menjadi sumber gizi gratis bagi yatim dan duafa.

BACA JUGA :  Minim Perhatian, Persam Pamekasan Bidik Juara Menpora Cup 2026 Bermodal Swadaya

“Kita ingin kerja sama ini benar-benar memberikan asas manfaat. Warga binaan mendapatkan keterampilan, sementara masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari hasil yang mereka produksi,” kata Bang Ali.

Ia pun mengapresiasi Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan yang telah membuka ruang belajar dan berkarya bagi warga binaan.

Semangat kolaborasi ini, menurut Bang Ali, sejalan dengan prinsip wa ta’awanu ‘alal-birri wat-taqwa, saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.

“Semoga ini menjadi pintu awal untuk terus berbuat kebaikan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (KB/Rosy)

IMG-20260724-WA0013
previous arrow
next arrow