Pamekasan – Universitas Madura (Unira) nampaknya tidak main-main dengan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan karakter generasi muda. Hal itu ditunjukkan melalui Mahapala Unira Climbing Competition (MUCC) III.
Kompetisi panjat tebing yang digagas organisasi mahasiswa pecinta alam (Mahapala) ini mengusung tema “Light Your Spirit and Be The Winner” dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, (24/07/2026).
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Mahapala Unira dan diyakini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan atlet panjat tebing sekaligus pengembangan karakter, khususnya keberanian, disiplin, dan sportivitas.
Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M., mengatakan bahwa MUCC telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan terus berkembang menjadi kejuaraan berskala nasional. Tahun ini peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan rentang usia mulai sembilan tahun hingga kategori dewasa.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh organisasi mahasiswa Mahapala yang bergerak di bidang pecinta alam. Tahun ini sifatnya nasional dengan peserta dari berbagai kelompok umur, mulai usia sembilan tahun. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan peserta terjauh berasal dari Samarinda,” ujarnya.
Menurut Gazali, penyelenggaraan MUCC menjadi bagian dari upaya Unira memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan potensi di bidang panjat tebing.
“Kejuaraan ini memang dikemas oleh teman-teman Mahapala sebagai bentuk pengembangan keterampilan dan potensi bagi pecinta alam, terutama dalam olahraga panjat tebing. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat jejaring antarkomunitas pecinta alam di Indonesia,” katanya.
Pembukaan MUCC III turut dihadiri Bupati Pamekasan, KH Kholilurrohman. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Unira yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi kalangan muda.
Menurutnya, olahraga panjat tebing memiliki nilai pendidikan karakter karena mampu menumbuhkan keberanian yang harus diarahkan pada hal-hal positif.
“Kegiatan ini cukup bagus karena menanamkan keberanian. Kalau ada anak punya keberanian, itu modal utama. Tinggal bagaimana keberanian itu diarahkan kepada hal-hal yang positif,” tutur Kholilurrohman.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Madura dan Mahapala yang dinilai berhasil menghadirkan ruang pembinaan bagi generasi muda melalui olahraga.
“Saya sangat hormat kepada panitia, terutama kepada Universitas Madura, karena telah mendidik anak-anak kita untuk mengembangkan salah satu sisi potensinya, yaitu keberanian,” ucapnya.
Selain memberikan apresiasi, Bupati juga membuka peluang agar kejuaraan panjat tebing dapat memperoleh dukungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada penyelenggaraan berikutnya. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga setelah mempertimbangkan kesiapan serta penataan cabang olahraga yang berada di bawah KONI.
Melalui penyelenggaraan MUCC III, Universitas Madura berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak atlet panjat tebing berprestasi sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan karakter, prestasi, dan kolaborasi generasi muda di tingkat nasional. (KB/Rosy)















