Pamekasan – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan menyoal program pemberian insentif guru ngaji yang diduga tidak tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan Aliansi BEM Pamekasan saat menggelar aksi demonstrasi evaluasi satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan KH. Kholilurahman dan Sukriyanto, Selasa (7/4/2026).
Dalam orasinya, Koordinator lapangan aksi, Junaidi mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat di wilayah setempat.
Karena itu, program-program pemerintah perlu untuk dievaluasi sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat, termasuk pada program insentif guru ngaji.
Dikatakan Junaidi, insentif guru ngaji merupakan salah satu janji politik yang telah disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada pemilihan kepala daerah tahun lalu.
Pihaknya menduga, saat ini program tersebut belum berjalan sesuai dengan Peraturan Bupati Pamekasan No. 2 Tahun 2026 tentang pedoman pemberian insentif dan penghargaan bagi guru ngaji.
Dalam proses penyalurannya, BEM Pamekasan menduga ada penyelewengan data penerima program tersebut, diantaranya guru ngaji yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Data ini sifatnya masih dugaan, informasi yang kami himpun seperti di Desa Plakpak, Desa Larangan Badung, hingga Desa Palenggaan, ada sebagian yang hanya dimintai dokumentasi tanpa menerima insentif hingga guru ngaji yang berstatus PPPK,” ungkapnya, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrahman mewakili Bupati Pamekasan menyatakan bahwa semua yang disampaikan Aliansi BEM Pamekasan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, termasuk dugaan penerima insentif guru ngaji yang tidak sesuai ketentuan.
Ia menilai, dari sekian banyak daftar penerima program insentif bisa jadi data yang diterima tidak sesuai dengan harapan pemerintah daerah.
“Semua sudah kami catat dan nantinya akan diverifikasi. Jika benar, maka akan kami evaluasi,” tutupnya. (farid/rosy)
























