Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Soroti Lemahnya Pengawasan Dapur MBG, Formaasi: Banyak Dapur SPPG Tidak Miliki IPAL

Avatar
×

Soroti Lemahnya Pengawasan Dapur MBG, Formaasi: Banyak Dapur SPPG Tidak Miliki IPAL

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Pamekasan – Soroti lemahnya pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), puluhan aktivis yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Senin (6/4/2026).

Koordinator lapangan aksi, Iklal mengatakan, dari ratusa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan yang aktif diduga belum sepenuhnya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu terang Iklal, menunjukkan lemahnya pengawasan satgas MBG Pamekasan terhadap jalannya program prioritas pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Begini Kronologi Mahasiswa UIN Madura Tewas Dihantam Dump Truck

Menurutnya, tantangan pelaksanaan program MBG terdapat pada logistik, pengawasan standar higienis, dan manajemen dapur operasional.

“Setelah kami sandingkan pernyataan DLH dengan Ketua Satgas MBG Pamekasan terkait IPAL yang  disebut semua dapur telah punya, nyatanya hanya dua dapur SPPG yang memiliki IPAL di Pamekasan,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Karena itu, Iklal meminta satgas Pamekasan untuk melakukan pengawasan berlapis sebagai langkah memperbaiki pelaksanaan SPPG di Pamekasan.

Permintaan itu sesuai dengan pernyataan kepala BGN, bahwa mayoritas insiden yang terjadi karena pengelola dapur tidak menjalankan sesuai dengan SOP yang berlaku .

BACA JUGA :  Kesulitan Akses Informasi, Satgas MBG Pamekasan Sampaikan Permintaan Maaf

“Dalam pernyataannya, kepala BGN menyebut bahwa insiden itu diantaranya akibat menyimpangnya bahan baku, hingga efektivitas sistem pengawasan berlapis dari pusat hingga daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLH Pamekasan, Farhatin Syaifillah menjelaskan, bahwa kepemilikan IPAL saat ini sudah mencapai 47.

Ke depan, pihaknya akan terus berupaya untuk meminta SPPG di Pamekasan memiliki SPPG.

BACA JUGA :  Gelar Aksi Jilid II, Formatur Desak Disdikbud Pamekasan Transparan Soal Beasiswa Santri dan Bantuan Siswa Miskin

“Kepemilikan IPAL yang tercatat di kami sebanyak 47 titik,” jelasnya.

Senada hal itu, mewakili Ketua Satgas MBG, Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrahman menyatakan bahwa pemenuhan semua syarat penyedia MBG akan diselesaikan di lapangan sesuai dengan aspirasi yang disampaikan massa aksi.

Karena itu, ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan SPPG untuk memaksimalkan pelaksanaan program MBG di Pamekasan.

“Kami sudah melakukan investigasi setiap ada laporan, termasuk kasus keracunan di Kecamatan Tlanakan,” tukasnya. (farid/rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow