Scroll untuk melanjutkan membaca
Artikel

Peluang Kerja dan Gaji Jadi Penyebab, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali

Avatar
×

Peluang Kerja dan Gaji Jadi Penyebab, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Fenomena salah memilih jurusan kuliah ternyata bukan sekadar keluhan sesaat. Berbagai riset menunjukkan bahwa banyak mahasiswa dan lulusan, baik di Indonesia maupun luar negeri, mengaku menyesali pilihan jurusan yang mereka ambil saat kuliah.

Di Indonesia, laporan Integrity Development Flexibility (IDF) tahun 2021 mencatat bahwa 87 persen mahasiswa merasa salah jurusan. Faktornya beragam, mulai dari ikut pilihan teman, dorongan keluarga, hingga tergiur program beasiswa tanpa mempertimbangkan minat dan prospek jangka panjang.

BACA JUGA :  Kemensos Mulai Salurkan Bansos PKH Tahap 4 di Oktober, Cek Nama Penerima di Sini

Fenomena Global, Bukan Hanya di Indonesia

Tren penyesalan memilih jurusan juga terjadi di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. Sebuah survei yang dilakukan ZipRecruiter pada 2022 mengungkapkan bahwa hampir separuh lulusan perguruan tinggi berharap bisa mengulang keputusan akademik mereka.

BACA JUGA :  7 Rekomendasi Anti Gabut untuk Gen Z: Ide Seru Biar Waktu Luang Lebih Produktif

Survei ini melibatkan 1.500 lulusan sarjana yang sedang aktif mencari pekerjaan dan disesuaikan dengan data Biro Sensus AS. Hasilnya menunjukkan bahwa 44 persen responden menyesali jurusan kuliah yang dipilih, terutama karena dampaknya terhadap peluang kerja dan tingkat penghasilan.

10 Jurusan yang Paling Banyak Disesali Menurut ZipRecruiter

BACA JUGA :  Cara Menurunkan Desil Bansos agar Berpeluang Mendapat Bantuan Sosial

Berdasarkan survei tersebut, berikut daftar jurusan kuliah yang paling sering disesali:

1. Jurnalisme (87%)

2. Sosiologi (72%)

3. Seni (72%)

4. Komunikasi (64%)

5. Pendidikan (61%)

6. Manajemen pemasaran dan riset (60%)

7. Pendamping medis (56%)

8. Ilmu politik dan pemerintahan (56%)

9. Biologi (52%)

10. Sastra Inggris (52%). (hendra/rosyi)

Oplus_0
previous arrow
next arrow