Scroll untuk melanjutkan membaca
Advetorial

Gelar Apel Kesiapsiagaan Antispai Bencana Hidrometeorologi, Bupati Pamekasan Ingatkan Empat Poin Penting

Avatar
×

Gelar Apel Kesiapsiagaan Antispai Bencana Hidrometeorologi, Bupati Pamekasan Ingatkan Empat Poin Penting

Sebarkan artikel ini
SIAP SIAGA: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memimpin Apel ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (Trantibum) dan Kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya bencana Hidrometeorologi, di Monumen Arek Lancor, Selasa (11/11/2025)

Pamekasan – Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, mengingatkan empat hal penting yang selalu ditanamkan kepada lapisan masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam.

Hal itu ia sampaikan dalam Apel ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (Trantibum) dan Kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya bencana Hidrometeorologi tahun ini, di Monumen Arek Lancor, Selasa (11/11/2025).

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kepemudaan serta para relawan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya Bupati Pamekasan KH. Khalilurrahman, menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan seluruh lapisan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana serta gangguan ketertiban umum.

BACA JUGA :  Pimpin Upacara Hari Pahlawan Nasional, Wabup Pamekasan Ingatkan Tiga Nilai Utama pada Generasi Muda

Ia mengatakan bahwa kabupaten yang ia pimpin memiliki potensi bencana yang cukup beragam. Mulai dari banjir, kekeringan, tanah longsor cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang pasang hingga abrasi serta tsunami.

Ia mencatat sejak 2024 lalu, terdapat 20 kejadian banjir, 103 cuaca ekstrem, 23 tanah longsor, 31 kejadian karhutla, dan juga yang paling sering kekeringan. Selain itu, yang memiliki dampak cukup besar gempa bumi.

”Paling sering terjadi kekeringan dengan 269 kasus, juga 1 kasus gempa bumi dengan total terdampak 212.938 jiwa atau 66.390 KK,” terang bupati.

Diuraikan Bupati, hingga Oktober tahun ini, telah terjadi 25 kali banjir, 45 cuaca ekstrem, 24 tanah longsor, 20 kasus kebakaran hutan dan lahan, 231 kekeringan 3 kali gempa bumi, dengan penyintas sebanyak 186.661 jiwa atau 57.945 KK.

BACA JUGA :  DPRD dan Pemkab Pamekasan Sahkan Nota Kesepakatan KUA PPAS P-APBD 2025

Hal itu bisa terjadi tidak lepas dari kerusakan yang diakibatkan aktivitas manusia itu sendiri. Salah satu contohnya pembangunan yang tidak memperhatikan metigasi bencana.

Oleh sebab itu, demi meningkatkan kesiapsiagaan antisipasi bencana, Bupati menyampaikan empat poin penting dalam mengantisipasi bencana.

Pertama, sumber daya manusia (SDM) yang baik. Kedua, optimalisasi sarana dan prasarana. Ketiga kesiapan fasilitas.

“Sedangkan keempat, edukasi terhadap masyarakat melalui kolaborasi media dan relawan dalam mengedukasi masyarakat,” imbuhnya.

Selain bencana alam, Bupati juga menyingung dua kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di Pamekasan.

BACA JUGA :  H. Her Bagikan Uang Rp170 Juta Saat Gelar Maulid Nabi Bersama Ribuan Warga Madura se-Jabodetabek di Monas

Ia menilai kejadian itu sebagai bencana sosial yang perlu perhatian, sebab merusak nilai kemanusiaan dan martabat hukum.

Karenanya Bupati mangajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam menjaga ketertiban umum serta keamanan bersama.

Jika ada hal yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk segera melapor, sehingga bisa segera diantisipasi.

Selain itu, tambah Kholilurrahman, pendidikan juga memeluki peran penting dalam membina karakter siswa. Kemudian membatasi aktivitas siswa sperti tidak keluar di atas pukul 22:00 WIB.

“Semoga Allah memberikan petunjuk dalam melaksanakan penanggulangan bencana,” tutupnya. (rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow