Yogyakarta – Siapa sangka keripik pisang, ikan krispi, dan gula siwalan dari pulau kecil Gili Genting, Sumenep, bisa nongkrong di hotel bintang lima di Yogyakarta
Produk-produk itulah yang mencuri perhatian dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Hotel Tentrem Yogyakarta, 15-17 September 2026.
UMKM dari ujung timur Madura ini merupakan binaan SKK Migas dan Medco E&P. Mereka tidak datang sebagai penggembira, tapi sebagai bukti nyata pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi migas bisa menghasilkan produk berdaya saing.
“Pameran UMKM binaan industri hulu migas menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat menghasilkan produk-produk unggulan dan meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono.
Menurut Anggono, yang terpenting bukan hanya produknya laku, tapi semangat dan kreativitas pelaku UMKM terus tumbuh. Karena itu, pembinaan tidak berhenti di produksi, tapi didorong hingga akses pasar yang lebih luas.
Empat produk yang dipamerkan diantaranya: keripik pisang, ikan krispi, kerupuk ikan tenggiri, dan gula siwalan, semuanya mengandalkan bahan baku lokal Gili Genting. Dari sumber daya alam setempat, diolah menjadi produk bernilai tambah.
Manager Field Relation and Community Enhancement Offshore Asset Medco Energi Internasional menegaskan, hasilnya tidak instan.
“Sudah sekitar 20 produk UMKM yang menjadi unggulan, dan pembinaan ini sudah sejak tahun 2014,” tukasnya.
Kini, targetnya lebih tinggi: ekspor.
Pameran ini menjadi bagian dari Lokakarya Media 2026 bertema “Menguatkan Industri Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan” yang diikuti sekitar 80 pimpinan media dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Bagi UMKM Gili Genting, ini bukan sekadar pameran. Ini adalah panggung pembuktian bahwa dari pulau kecil, karya besar bisa lahir dan menembus pasar nasional. (*/Rosy)



























