Pamekasan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digagas Bashra Bani Insan Peduli (BIP) bersama MWC NU Palengaan, di Lapangan Garuda Palengaan, pada Sabtu (13/09/2026), bukan hanya seremoni.
Kegiatan itu merupakan panggung aksi nyata untuk anak yatim dan kaum dhuafa.
Ribuan warga hadir. Suasana syahdu Maulid dipadukan dengan kepedulian sosial: makanan gratis dari UMKM, santunan anak yatim, hingga bingkisan untuk para guru ngaji.
Pendiri Bashra BIP, Zainal Ali Abidin atau akrab disapa Bang Ali, menegaskan tujuan besar di balik kegiatan ini.
“BIP sudah mengagendakan dan memimpikan bagaimana bisa menjadi cahaya untuk anak yatim dan kaum dhuafa. Misbahul Munir itu artinya cahaya. Salah satu cita-cita BIP adalah menjadi cahaya untuk yatim,” ujarnya di hadapan massa.
Bagi Bang Ali, kepedulian tidak boleh berhenti di acara. Ia mengajak masyarakat meneladani Rasulullah dalam memperhatikan kaum lemah.
Pada kesempatan yang sama Ia juga meluruskan soal publikasi kegiatan sosial.
“Kalau kami posting atau kami viralkan, bukan untuk menyombongkan diri. Barangkali di kanan kiri kita ada yang mengikuti jejak Nabi, sehingga semua anak yatim bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Komitmen itu ternyata juga ia bawa ke dunia usaha. Lewat Central 88 Gold and Jewellery, Bang Ali meniatkan bisnisnya sebagai ladang amal.
“Central 88 ini memang sengaja saya konsep sedemikian rupa agar menjadi cahaya terang untuk yatim dan menjadi harapan yang baik bagi yatim dan dhuafa. Dari keuntungan 100 persen Central 88, saya wakafkan untuk yatim dan dhuafa,” tegasnya.
Langkah ini mendapat sambutan hangat warga. Banyak yang mengapresiasi model bisnis yang tidak hanya mencari profit, tapi juga keberkahan.
Sebagai langkah lanjut, Bang Ali meminta data anak yatim di wilayah Palengaan diserahkan ke pihaknya. Tujuannya agar pendampingan bisa lebih terarah dan berkelanjutan.
“Barangkali ada data anak yatim di Palengaan, tolong diserahkan kepada kami. Kami akan menjaga, membina, dan selanjutnya memberikan manfaat,” ungkapnya.
Ia menutup dengan semangat “Fastabiqul Khairat” atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Harapan saya, Bani Insan Peduli bukan hanya hadir malam ini, tetapi bisa terus menjadi cahaya bagi anak yatim dan dhuafa,” pungkasnya. (KB/Rosy)



























