Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Pemerintah Dinilai Lamban Tetapkan Harga, Petani Tembakau Khawatir Rugi

Avatar
×

Pemerintah Dinilai Lamban Tetapkan Harga, Petani Tembakau Khawatir Rugi

Sebarkan artikel ini
Jual Beli Tembakau di Gudang Kecil Mengkhawatirkan, Harga Tidak Sesuai Harapan, (Foto/Farid)

Pamekasan – Keresahan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan semakin meningkat seiring belum adanya kepastian harga jual tembakau dari pemerintah daerah pada musim panen tahun ini

Apa lagi sebagian besar gudang yang biasa membeli tembakau di Pamekasan dilaporkan masih belum beroperasi. Hal itu juga membuat patokan harga resmi yang menjadi acuan bagi petani mengkhawatirkan.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas jual beli dilakukan oleh sejumlah pedagang kecil dengan kisaran harga antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai jauh dari harapan petani dan dikhawatirkan tidak mampu menutupi biaya produksi yang telah dikeluarkan selama masa tanam.

Salah seorang petani, Hanif, warga Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, menceritakan para petani kini berada dalam situasi yang membingungkan karena hasil panen mulai memasuki masa penjualan, sementara gudang-gudang besar belum juga melakukan pembelian.

“Untuk saat ini petani pada kebingungan untuk menjual tembakau yang mulai dipanen, karena sampai hari ini gudang-gudang di Pamekasan masih belum buka,” kata Hanif.

BACA JUGA :  PT Bawang Mas Mulai Beli Tembakau, H Her: Sampel Tetap akan Dibeli sesuai Harga

Menurutnya, kondisi tersebut membuat posisi tawar tembakau petani menjadi lemah. Hal itu membuat para petani was-was harga yang ada tidak bisa menutupi biaya tanam.

Ia berharap para pengusaha atau perusahaan pembeli tembakau segera membuka gudang sekaligus menetapkan standar harga agar tidak terjadi permainan harga di tingkat bawah.

Menurut Hanif apabila kondisi ini terus berlanjut, petani berpotensi mengalami kerugian secara massal. Pasalnya, harga yang saat ini beredar di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram dinilai belum sebanding dengan biaya produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, hingga biaya perawatan dan tenaga kerja.

“Kami berharap para pengusaha pembeli tembakau secepatnya mulai beroperasi dan membuka gudangnya dengan memberikan patokan harga. Karena apabila kondisi seperti hari ini terus terjadi di lapangan, maka bisa dipastikan petani akan mengalami kerugian massal. Harga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu itu tidak cukup menutup modal bertani yang telah kami keluarkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dishub Pamekasan Dukung Latihan Gerak Jalan, Sekolah Diminta Atur Jadwal

Lebih lanjut, Hanif mengungkapkan para petani juga berencana menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar ada kepastian kebijakan mengenai harga tembakau. Menurutnya, kejelasan harga sangat dibutuhkan mengingat musim panen terus berjalan dan dikhawatirkan sebagian besar hasil panen telah habis sebelum gudang mulai beroperasi.

“Kami berencana menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah agar kebijakan terkait harga itu ada kejelasan dan menjadi kabar baik bagi seluruh petani. Selain itu, apabila gudang-gudang pembeli masih belum buka hingga pekan akhir, bisa dipastikan para petani sudah berada di titik akhir panen tembakaunya,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah, para pemangku kebijakan, serta pengusaha yang selama ini menjadi pembeli utama tembakau di Pamekasan dapat memahami kondisi ekonomi petani yang saat ini sedang menghadapi ketidakpastian.

BACA JUGA :  Didatangi Warga Sekitar, Pembangunan Indomaret Panaan Minta Disetop

Hanif menambahkan, tembakau selama bertahun-tahun telah menjadi komoditas andalan atau “daun emas” yang menopang perekonomian masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan. Oleh karena itu, kepastian pasar dan harga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Apabila hingga 17 Agustus 2026 belum ada kejelasan mengenai patokan harga maupun pembukaan gudang pembeli, para petani berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah dan lembaga legislatif.

“Jika dalam kurun waktu sampai 17 Agustus masih belum ada kebijakan terkait patokan harga dan gudang-gudang masih saja belum buka, maka kami akan mendatangi kantor wakil rakyat dan pemerintah yang punya kewenangan. Karena kami hari ini merasa kesejahteraan kami dirampas, mengingat musim kali ini cukup baik untuk menghasilkan kualitas tembakau pilihan,” pungkasnya. (KB/Rosy)

IMG-20260724-WA0013
previous arrow
next arrow