Pamekasan – Rasa kemanusiaan menggerakkan hati. Pengusaha asal Pamekasan, Haji Khairul Umam atau Haji Her, menyatakan siap membantu anak dari korban tewas dalam peristiwa dugaan main hakim sendiri di Bali beberapa waktu lalu.
Korban diketahui bernama IKD yang meninggal akibat dugaan pencurian ayam. Kini ia meninggalkan seorang anak yang berstatus yatim.
Haji Her mengaku prihatin melihat nasib anak tersebut. Menurutnya, anak adalah pihak yang paling dirugikan dan tidak bersalah dalam peristiwa itu.
“Saya prihatin. Anaknya kasihan, kehilangan ayah. Itu siapa yang di Bali? Tolong hubungi saya. Anaknya mau dibantu sama Abah,” ujar Haji Her dalam pernyataannya.
Ajak Netizen Bantu Cari Keluarga Korban
Haji Her juga meminta bantuan masyarakat dan warganet untuk mencarikan informasi keberadaan keluarga korban.
“Buat netizen semuanya, kalau ada yang tahu alamatnya, tolong di-DM. Biar bantuannya bisa cepat sampai,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan yang akan diberikan murni karena rasa empati dan kepedulian sosial. Bukan karena persoalan hukum yang menimpa korban.
“Terlepas dari apa yang terjadi, proses hukum itu urusan aparat. Tapi anak ini tidak boleh ikut menanggung. Dia harus tetap dapat kasih sayang dan bantuan,” tegasnya.
Hingga saat ini, Haji Her masih menunggu informasi dari masyarakat terkait identitas dan alamat anak korban agar bantuan bisa segera disalurkan. (KB/Rosy)















