Scroll untuk melanjutkan membaca
Sosial

Isyarah Wan Sehan Merajut Kembali Semangat Pengabdian Relawan BANI

Avatar
×

Isyarah Wan Sehan Merajut Kembali Semangat Pengabdian Relawan BANI

Sebarkan artikel ini
Ali Zainal Abidin, Menunjukkan Gambar Isyarah dari Sayyid Habib Syaihon bin Mustofa Al Bahar, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Nuansa khidmat menyelimuti Pendopo Utama Bani Group di Pamekasan, pada Jumat (17/7/2026), saat pemilik Bani Group, Ali Zainal Abidin, menerima kunjungan silaturahmi dari Sayyid Habib Syaihon bin Mustofa Al Bahar, yang akrab disapa Wan Sehan.

Pertemuan yang berlangsung di awal bulan Safar itu dianggap memiliki arti yang khusus. Dalam tradisi Islam, bulan Safar biasanya diasosiasikan dengan peristiwa penting yang penuh makna dan strategi.

Momen ini juga tiba hanya dua hari setelah keputusan pembubaran Yayasan Sosial Bani Insan Peduli (BIP), sehingga menjadi saat refleksi bagi para relawan yang aktif di bidang kemanusiaan.

Setelah menerima nasihat dan isyarah dari Wan Sehan, Ali Zainal Abidin langsung mengumpulkan relawan BANI dari Pamekasan dan Sumenep. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa semangat untuk melayani masyarakat tidak seharusnya berhenti hanya karena ada perubahan dalam organisasi.

BACA JUGA :  Gelar Bukber Berama Jurnalis dan NGO Pamekasan, Ali Zainal Abidin : Impian Tiga Tahun Lalu

“Nama hanyalah label. Bunga mawar, walau disebut bunga bangkai, tetap bisa mengeluarkan wanginya. Begitu juga sebaliknya. Inti dari kebaikan yang kita lakukan jauh lebih penting dibandingkan nama yayasan itu,” ungkap Ali di depan para relawan.

Ali menjelaskan bahwa perjuangan di bidang kemanusiaan harus diteruskan selama niat dan tujuan utamanya adalah memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia mengajak semua relawan untuk mempertahankan semangat kolaborasi, kepedulian, dan dedikasi tanpa terjebak pada nama atau bentuk organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Wan Sehan memberikan isyarah simbolis berupa gambar Garuda. Bagi Ali Zainal Abidin, simbol itu bukan hanya lambang negara, melainkan pesan spiritual yang mendorong setiap relawan untuk menelusuri kembali kekuatan batin dalam berbakti.

BACA JUGA :  Melalui FGD, PBA UIN Madura Sukses Review Kurikulum Bersama Rosihan Aslihuddin

“Isyarat dari Habibana adalah perintah untuk Mengeksplorasi Ruh di Dalam Dada. Garuda bukan sekadar lambang negara, tetapi merupakan simbol harapan dan tekad untuk terus berkembang berdasarkan kebenaran dan keadilan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa makna “Mengeksplorasi Ruh di Dalam Dada” adalah ajakan untuk membangkitkan kembali kesungguhan, keberanian, dan keikhlasan dalam setiap usaha pelayanan kepada masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 2023, Bani Insan Peduli telah melakukan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di banyak lokasi. Oleh karena itu, Ali berharap semangat yang telah terbangun tidak surut, melainkan terus tumbuh dalam bentuk gerakan yang lebih luas.

BACA JUGA :  Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Salurkan Zakat Mal kepada 2.000 Penerima Manfaat

Di akhir pidatonya, Ali kembali menekankan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan dalam gerakan sosial bersama para relawan.

“Pesan saya jelas untuk semua relawan: setelah sinyal kebaikan ini muncul, saya pribadi tidak akan mundur. Ini berarti? Bahwa gerakan BANI harus berlanjut demi manfaat bagi umat! ” tegasnya.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk konsolidasi sekaligus memberikan semangat baru bagi relawan BANI di Pamekasan dan Sumenep. Di tengah perubahan yang terjadi, semangat pengabdian diharapkan tetap menjadi fondasi utama, dengan harapan agar gerakan sosial yang telah dibangun terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (KB/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow