Pamekasan – Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai sosial dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Jumat (26/06/2026).
Komandan Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial negara terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses.
“Kegiatan ini bukan sekadar membangun jembatan fisik, tetapi membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan langsung TNI bersama warga dalam proses pembangunan menjadi bukti bahwa kehadiran TNI tidak terpisahkan dari kehidupan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat yang selalu hadir membantu kesulitan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong, saling peduli, dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, nilai sosial yang lahir dari proses pembangunan ini jauh lebih penting, karena mampu memperkuat solidaritas antarwarga serta menciptakan hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.
Selain itu, Dandim juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut sebagai aset bersama yang dibangun dari hasil kebersamaan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, turut mengapresiasi pembangunan jembatan yang dinilainya sebagai bentuk kolaborasi sosial yang sangat positif.
“Pembangunan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama, saling membantu, dan gotong royong antara semua pihak,” katanya.
Ia menilai, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi pengikat sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga semakin kuat dalam kebersamaan dan kepedulian sosial,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan peresmian diawali pada pukul 10.00 WIB dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, dan peninjauan jembatan. Selanjutnya, pada pukul 10.10 WIB dilaksanakan pembacaan doa oleh K.H. Hafid Abdullah.
Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membangun daerah, khususnya di Kabupaten Pamekasan. (KB)


























