Pamekasan – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, secara resmi membuka Pawai Ta’aruf untuk merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di halaman Masjid Agung Asy-Syuhada, pada malam Senin (15/6/2026).
Acara yang melibatkan 1. 843 peserta dari berbagai lapisan masyarakat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana dakwah Islam, tetapi juga dipahami sebagai momen untuk membangkitkan kembali peradaban Islam di Kabupaten Pamekasan.
Dalam pidatonya, Bupati menekankan bahwa Tahun Baru Islam harus dijadikan sebagai waktu untuk merenung dalam upaya mengembalikan kejayaan peradaban Islam yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan persatuan umat.
“Momentum 1 Muharram ini lebih dari sekadar pergantian tahun, melainkan saat yang ideal untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam yang dulu pernah mengalami masa kejayaan. Kita perlu mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan, berakhlak, dan berperadaban tinggi,” ungkap Bupati.
Ia menjelaskan bahwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menandai awal dari pembentukan peradaban Islam yang kokoh, yang tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek spiritual, tetapi juga sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
“Hijrah adalah lambang dari perubahan signifikan menuju kemajuan. Dari sinilah peradaban Islam lahir, yang mampu menyebarkan berkah bagi seluruh umat manusia. Semangat ini perlu kita hidupkan kembali di tengah-tengah masyarakat saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berkontribusi dalam membangun peradaban Islam melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan nilai-nilai agama, serta pemeliharaan persatuan dan kebersamaan.
“Peradaban Islam tidak akan terbangun tanpa kontribusi umatnya. Kita harus bersama-sama memperkuat iman, pengetahuan, dan amal dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Masjid Agung Asy-Syuhada yang selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di Pamekasan.
“Masjid bukan hanyalah lokasi untuk beribadah, tetapi juga pusat peradaban. Dari tempat ini, nilai-nilai Islam ditanamkan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi melepas peserta pawai sebagai simbol awal semangat baru menyambut Tahun Baru Islam. (KB)


























