Pamekasan – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul nampaknya sedikit meragukan kedisiplinan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Sebab, saat melakukan kunjungan kerja di auditorium UIN Madura, Kabupaten Pamekasan, sebagian besar TKSK tidak tampak hadir meski sudah diundang.
Gus Ipul menemukan bahwa dari total perwakilan TKSK di 13 kecamatan yang diundang, hanya 6 orang yang hadir, sementara sisanya tidak diketahui keberadaannya tanpa keterangan jelas.
“Jika memang sudah tidak siap untuk mengabdi, secepatnya menyampaikan. Ini menjadi catatan, kalau nanti diketahui lagi lalai akan tugasnya, maka bisa saja besok atau bahkan sekarang saya menggantinya. Karena di luar sana masih banyak yang mengantri untuk posisi itu,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, TKSK yang tidak hadir bukan sekadar persoalan absensi, melainkan mencerminkan lemahnya komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pendamping sosial.
“Ini bukan hanya soal hadir atau tidak hadir. Mereka diberi mandat untuk bertanggung jawab, bukan hanya mencantumkan nama. Ada tanggung jawab yang melekat atas apa yang sudah diamanahkan,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para TKSK merupakan bagian dari sistem pelayanan sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga profesionalitas dan kedisiplinan menjadi hal yang mutlak.
“Di sisi lain mereka juga digaji oleh negara. Jadi tidak bisa dianggap remeh. Ini menjadi catatan yang kurang baik dan harus segera diperbaiki,” lanjutnya.
Pernyataan Gus Ipul seolah menjadi penegasan bahwa evaluasi terhadap kinerja dan kedisiplinan TKSK akan menjadi perhatian serius ke depan. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya memastikan pelayanan sosial berjalan optimal dan tepat sasaran di tengah masyarakat. (KB/Rosy)
















